Portal Berita Online

PEKANBARU--Pemerintah Kota Pekanbaru terus memperkuat langkah penanganan HIV melalui strategi pencegahan, edukasi, dan pengobatan yang lebih aktif dan menyasar kelompok berisiko.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, jumlah kasus kumulatif Human Immunodeficiency Virus hingga triwulan I tahun 2026 telah mencapai sekitar 3.700 kasus. Angka ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memperkuat deteksi dini dan memperluas jangkauan layanan kesehatan.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa skrining HIV terus digencarkan, termasuk di wilayah yang dianggap memiliki risiko tinggi. Pemerintah juga menjalankan program pemeriksaan langsung di lapangan agar masyarakat lebih mudah menjangkau layanan kesehatan.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan di Jondul dan terus memperluas kegiatan skrining,” ujarnya.
Selain pemeriksaan, pemerintah juga melakukan pendekatan jemput bola bagi kelompok rentan. Tujuannya bukan hanya menemukan kasus lebih cepat, tetapi juga memastikan mereka yang terinfeksi tetap mendapatkan pengobatan secara rutin.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menegaskan bahwa skrining rutin terus dilakukan di berbagai titik, termasuk wilayah eks-lokalisasi. Upaya ini disertai edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cara penularan HIV dan pentingnya pengobatan.
Dengan kombinasi skrining, edukasi, dan pendampingan, pemerintah berharap rantai penularan HIV dapat ditekan, sekaligus memastikan pasien tetap mendapat akses layanan kesehatan yang optimal.[rr/pgi]