Portal Berita Online

PEKANBARU--Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar terus memperlihatkan ritme kerja yang progresif. Berbagai program prioritas yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat kini mulai terealisasi satu per satu dan memberikan dampak langsung di tengah kehidupan warga.
Dalam setahun terakhir, arah pembangunan kota dinilai semakin terukur. Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pengelolaan lingkungan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan, seluruh program yang dijalankan saat ini berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat. “Kami ingin masyarakat melihat dan merasakan bahwa pemerintah bekerja. Fokus kami bukan sekadar membuat program, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar sampai kepada warga,” ujar Agung Nugroho, kemarin.
Menurutnya, pembenahan kota dilakukan secara menyeluruh dan bertahap agar perubahan yang dihadirkan dapat berjalan berkelanjutan. “Pekanbaru memiliki tantangan besar sebagai kota berkembang. Karena itu pembenahan harus dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari lingkungan, pelayanan publik, pendidikan, hingga infrastruktur dasar,” katanya.
Salah satu kebijakan yang cukup mendapat perhatian masyarakat ialah penyesuaian tarif parkir kendaraan bermotor. Kebijakan tersebut dinilai membantu masyarakat sekaligus menjadi bagian dari penataan sistem pelayanan perkotaan yang lebih tertib.
Di sektor lingkungan, Pemerintah Kota Pekanbaru menggerakkan program penanganan sampah berbasis masyarakat melalui pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di seluruh kelurahan. Gerakan Serbu Sampah juga terus digencarkan untuk membangun kesadaran kolektif menjaga kebersihan kota.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra mengatakan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat secara aktif. “Karena itu kami membangun sistem pengelolaan berbasis kelurahan. Harapannya penanganan sampah menjadi lebih cepat sekaligus menumbuhkan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan,” ujarnya.

Penertiban terhadap pembuangan sampah ilegal pun dilakukan bersamaan dengan penataan kawasan kota. Termasuk penertiban ratusan tiang reklame yang dinilai mengganggu estetika dan keselamatan.
Sementara dalam pelayanan administrasi kependudukan, Pemko Pekanbaru menghadirkan Mobil AMAN untuk menjangkau masyarakat secara langsung hingga ke lingkungan permukiman warga. Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menyebut pelayanan publik harus berubah menjadi lebih cepat, mudah dan dekat dengan masyarakat.
“Kami terus mendorong pola pelayanan yang responsif. Pemerintah harus hadir memberi solusi, bukan menambah kesulitan masyarakat,” ungkap Markarius.
Persoalan banjir yang selama ini menjadi perhatian warga juga mulai ditangani melalui normalisasi sungai, perbaikan drainase serta penanganan titik rawan genangan di sejumlah kawasan. Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Edward Riansyah menjelaskan, penanganan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas berdasarkan tingkat kerawanan.
“Kami fokus membuka aliran air yang selama ini tersumbat dan memperbaiki drainase di kawasan padat penduduk. Penanganan banjir memang membutuhkan proses berkelanjutan,” jelas pria yang akrab disapa Edu ini.
Pemerintah kota juga memperkuat komitmen terhadap lingkungan melalui penanaman ribuan pohon dan pengembangan sistem pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WTE). Di bidang pendidikan, perhatian pemerintah terlihat melalui program beasiswa mulai jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi para hafiz Alquran.
Program Zero Putus Sekolah juga terus berjalan untuk mengembalikan anak-anak yang sempat berhenti sekolah agar kembali memperoleh akses pendidikan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Syafrian Tommy mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang berisiko putus sekolah.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak di Pekanbaru kehilangan hak pendidikan hanya karena persoalan ekonomi maupun administrasi,” katanya.
![<p>Selain itu, pemerintah juga membantu penyelesaian ijazah tertahan dan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu. Program satu PAUD di setiap kelurahan turut diperkuat melalui integrasi layanan Posyandu sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas generasi masa depan.</p><p><br></p><p>Pada sektor kesehatan, program pemeriksaan kesehatan gratis dan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui dan Balita terus diperluas. Di bidang sosial budaya, Pemko Pekanbaru juga aktif menghidupkan kegiatan keagamaan dan budaya Melayu melalui pelaksanaan MTQ tingkat kota serta Festival Kreatif Budaya Melayu yang melibatkan pelaku UMKM lokal.</p><p><br></p><p>Pemerintah kota turut mendorong pola hidup sehat melalui kegiatan Pekanbaru 10K dan pembangunan fasilitas olahraga masyarakat seperti Stadion Mini Gelora Hang Tuah. Untuk memperkuat pembangunan berbasis masyarakat, Pemko Pekanbaru menjalankan Program Rp 100 Juta per RW agar kebutuhan lingkungan dapat diselesaikan lebih cepat sesuai prioritas warga setempat.</p><p><br></p><p>Sementara dari sisi ekonomi, pemerintah rutin menggelar bazar pangan murah di berbagai kecamatan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Dalam tata kelola pemerintahan, Pemko Pekanbaru juga mencatat langkah penting dengan menyelesaikan kewajiban utang daerah serta mempercepat pelayanan perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).</p><p><br></p><p>Sebagai bentuk peningkatan pelayanan keamanan dan kedaruratan, Pemerintah Kota Pekanbaru meluncurkan Tim Reaksi Cepat Pekanbaru Aman 112 yang disiapkan untuk merespons cepat laporan masyarakat. Agung Nugroho menegaskan, seluruh capaian yang ada saat ini menjadi pijakan awal untuk mempercepat transformasi Kota Pekanbaru. </p><p><br></p><p>“Kami ingin membangun pemerintahan yang bekerja dengan ukuran hasil, bukan sekadar wacana. Apa yang dilakukan hari ini harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.</p><p><br></p><p>Berbagai langkah tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan Pekanbaru kini bergerak dengan fokus yang lebih jelas, sekaligus memperlihatkan upaya pemerintah kota dalam membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata yang terukur. [<b>Advertorial]</b></p>](../session/store/berita/1778167115.jpeg)
Selain itu, pemerintah juga membantu penyelesaian ijazah tertahan dan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu. Program satu PAUD di setiap kelurahan turut diperkuat melalui integrasi layanan Posyandu sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas generasi masa depan.
Pada sektor kesehatan, program pemeriksaan kesehatan gratis dan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui dan Balita terus diperluas. Di bidang sosial budaya, Pemko Pekanbaru juga aktif menghidupkan kegiatan keagamaan dan budaya Melayu melalui pelaksanaan MTQ tingkat kota serta Festival Kreatif Budaya Melayu yang melibatkan pelaku UMKM lokal.
Pemerintah kota turut mendorong pola hidup sehat melalui kegiatan Pekanbaru 10K dan pembangunan fasilitas olahraga masyarakat seperti Stadion Mini Gelora Hang Tuah. Untuk memperkuat pembangunan berbasis masyarakat, Pemko Pekanbaru menjalankan Program Rp 100 Juta per RW agar kebutuhan lingkungan dapat diselesaikan lebih cepat sesuai prioritas warga setempat.
Sementara dari sisi ekonomi, pemerintah rutin menggelar bazar pangan murah di berbagai kecamatan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Dalam tata kelola pemerintahan, Pemko Pekanbaru juga mencatat langkah penting dengan menyelesaikan kewajiban utang daerah serta mempercepat pelayanan perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Sebagai bentuk peningkatan pelayanan keamanan dan kedaruratan, Pemerintah Kota Pekanbaru meluncurkan Tim Reaksi Cepat Pekanbaru Aman 112 yang disiapkan untuk merespons cepat laporan masyarakat. Agung Nugroho menegaskan, seluruh capaian yang ada saat ini menjadi pijakan awal untuk mempercepat transformasi Kota Pekanbaru.
“Kami ingin membangun pemerintahan yang bekerja dengan ukuran hasil, bukan sekadar wacana. Apa yang dilakukan hari ini harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Berbagai langkah tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan Pekanbaru kini bergerak dengan fokus yang lebih jelas, sekaligus memperlihatkan upaya pemerintah kota dalam membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata yang terukur. [Advertorial]