Portal Berita Online

MERANTI--Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menegaskan komitmennya menuju pembangunan berbasis data melalui kegiatan Pencanangan dan Pembinaan Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026, yang digelar di aula kantor bupati pada Kamis (7/5/2025).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Muzamil Baharudin, yang dalam sambutannya menekankan bahwa data kini bukan sekadar angka, melainkan fondasi utama arah pembangunan daerah.
“Di era digital saat ini, data menjadi tulang punggung pembangunan. Tanpa data yang akurat, kebijakan akan kehilangan arah,” tegasnya.
Muzamil juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk percaya pada data statistik resmi. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada opini yang tidak berbasis fakta, terutama dalam isu-isu strategis seperti kemiskinan dan stunting.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kemampuan daerah dalam membaca kondisi nyata di lapangan secara objektif. “Kalau kita ingin menyelesaikan stunting, kita harus tahu di mana lokasinya, apa penyebabnya, dan bagaimana kondisi lingkungannya. Tanpa data, kita seperti berlayar tanpa peta,” ujarnya.
Dari sisi teknis, Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Meranti Desi Ratnasari menjelaskan bahwa program Desa Cantik merupakan langkah pembinaan berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas aparatur desa dalam mengelola data secara lebih terstruktur dan berkualitas.
Ia menegaskan bahwa data yang baik akan menjadi kunci dalam memperkuat perencanaan pembangunan desa, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan BPS Provinsi Riau Prayudho Bagus Jatmiko menambahkan bahwa Desa Cantik bukan sekadar program seremonial, melainkan langkah nyata membangun ekosistem data desa yang terintegrasi dan real-time.
Dengan sistem tersebut, pemerintah desa hingga kabupaten di Provinsi Riau diharapkan dapat mengambil keputusan lebih cepat, tepat, dan berbasis bukti.
Melalui program ini, Desa Cantik diharapkan menjadi titik awal transformasi budaya kerja pemerintahan desa, dari sekadar berbasis asumsi menuju tata kelola pembangunan yang sepenuhnya ditopang oleh data yang valid dan terpercaya.[rr/mgi]