Portal Berita Online

KAMPAR--Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Pekanbaru terus memperkuat edukasi masyarakat hingga ke tingkat desa. Kali ini, sosialisasi mengenai keamanan kosmetik dan pencegahan stunting digelar di Posyandu Sungkai, Dusun Batu Langkah Kecil, Desa Batu Langkah Kecil, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar.
Kepala BBPOM Pekanbaru Alex Sander mengatakan BPOM tidak hanya berperan melakukan pengawasan terhadap produk di pabrik maupun pasar, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi. Menurutnya, masyarakat perlu memahami cara memilih produk yang aman agar terhindar dari risiko penggunaan kosmetik ilegal maupun berbahaya.
“Masyarakat harus melihat BPOM sebagai mitra. Kami tidak hanya melakukan pengawasan di pabrik, tetapi juga turun langsung ke desa-desa untuk memberikan edukasi agar masyarakat mampu membedakan produk yang aman dan berisiko,” ujarnya dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang diikuti warga RT 005 RW 002 tersebut.
Dalam sosialisasi itu, warga diingatkan agar lebih waspada terhadap maraknya kosmetik ilegal yang menjanjikan hasil instan. Untuk membantu masyarakat mengenali produk yang aman, BBPOM memperkenalkan panduan “Cek KLIK”, yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau menggunakan produk kosmetik.
Selain membahas keamanan kosmetik, kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang dan keamanan pangan.
Alex Sander menjelaskan, pencegahan stunting bukan hanya soal kecukupan nutrisi, tetapi juga memastikan makanan yang dikonsumsi bebas dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil.
Ia juga mengingatkan pentingnya konsumsi protein hewani, menjaga sanitasi lingkungan, serta memastikan ketersediaan air bersih di rumah tangga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Sahidin mengapresiasi antusiasme warga yang mengikuti kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara DPR RI dan BBPOM merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat desa.
“Kesehatan adalah modal utama pembangunan desa. Jika para ibu cerdas memilih kosmetik dan memahami cara mencegah stunting, maka generasi masa depan akan tumbuh sehat dan kuat. Kami akan terus mendukung program edukasi jemput bola seperti ini,” ujarnya.[rr/mcr]