Portal Berita Online

MERBAU--Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti H Khalid Ali SE bersama anggota Fauzi SE dan Eka Yusnita SH beserta Unsur Pimpinan Kecamatan Merbau, juga kepala desa dan lurah melakukan inspeksi mendadak ke PLTMG Bagan Melibur. Sidak dilaksanakan pada Selasa (28/4/2026) setelah beberapa anggota DPRD Dapil V mendapat laporan dan keluhan dari masyarakat terkait seringnya pemadaman listrik.
Ketua DPRD berkesempatan menanyakan penyebab seringnya pemadaman listrik dan langsung meminta penjelasan kepada koordinator PLTMG. "Kami selaku DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya di wilayah Dapil V ini sudah banyak mendapatkan laporan dan keluhan dari masyarakat," ujar Khalid Ali.
"Apa penyebab dari permasalahan ini, apakah diakibatkan ketidakmampuan mesin atau kendala yang lain," tanya Khalid Ali.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Fauzi SE menambahkan, banyak laporan dan keluhan dari masyarakat terkait pemadaman secara mendadak, bahkan sampai sepuluh kali per hari.
"Banyak alat elektronik rumah tangga yang rusak, siapa yang harus bertanggung jawab," tegas Fauzi SE.
Sementara itu, Eka Yusnita SH, politisi Partai Amanat Nasional meminta pihak PLTMG atau PLN secepatnya mencari solusi untuk mengatasi masalah yang berulang-ulang ini di Pulau Padang. "Karena ini sangat merugikan masyarakat," tegas Eka Yusnita.
Kepala Desa Isnadi Esman menyayangkan sikap PLN yang sangat sulit untuk berkoordinasi dengan masyarakat tentang hal ini. Selain pemadaman listrik, tiang listrik yang miring serta kabel jaringan yang sangat rendah juga menjadi masalah serius bagi masyarakat.
Sekretaris Kecamatan Merbau Idrus SE juga sangat menyesalkan sikap dan pelayanan PLN yang sangat susah untuk diajak komunikasi. "Bahkan sampai saat ini kami tidak tahu siapa koordinator PLN di Kecamatan Merbau," ucap Idrus.
Selain susah untuk diajak komunikasi, setiap kali diundang untuk melakukan audiensi atau hearing, koordinator PLN tidak mau hadir, paling diwakili staf yang tidak bisa memberikan kepuasan dan jawaban yang makimal saat diajukan pertanyaan.
"Ke depannya pihak PLN wajib hadir saat diundang pemerintah kecamatan untuk melakukan audiensi," harapnya.
Pihak dari PLTMG Melibur M Nizar menjelaskan ada beberapa penyebab pemadaman lampu di daerah Pulau Padang. Biasanya ada gangguan di bagian jaringan, atau kendala di mesin PLTMG, karena pemakaian melebihi kapasitas.
"Mesin yang ada di PLTMG sudah belasan tahun digunakan, sejak 2014. Sampai saat ini mesin tersebut masih dioperasikan, padahal sudah terhitung lama," ujarnya.
Pihak PLTMG mengaku akan terus berusaha memberikan layanan maksimal untuk kenyamanan masyarakat Pulau Padang. "Dari pembangkit tenaga listrik ini ada empat pihak yang ikut terlibat. Vendor PLTMG, BGP penyuplai gas, dan PLN/jaringan," jelasnya.
Mengenai genset, biasanya dikontrak dengan kapasitas 2,5 mega watt. "Saat ini kita memakai 2,7 mega watt, sementara kapasitas sebesar 2,8 mega watt. Beban terlalu besar, sehingga mempengaruhi kekuatan," sambung Nizar seraya berjanji akan menyampaikan masalah dan usulan ini kepada pimpinan.
Mengenai kabel putus, tiang listrik tumbang, atau ganguan jaringan, menurutnya, itu hak PLN. Sementara untuk fider dan genset, itu bagian PLTMG.
"Sesuai dengan permintaan dari masyarakat dan DPRD, terkait genset, kami berharap adanya penambahan mesin, bukan sekadar pergantian genset," pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre berharap secepatnya mengadakan hearing bersama seluruh instansi atau pihak yang terlibat dengan tetap menjaga Kamtibmas. "Diharapkan pihak yang bertanggung jawab dengan masalah ini, secepatnya mencarikan solusi," harapnya.
Di akhir Sidak, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti H Khalid Ali SE berharap agar saat hearing nanti yang datang adalah pimpinan, bukan utusan yang tidak bisa mengambil kebijakan.
"Hearing akan dilaksanakan di minggu pertama bulan Mei 2026. Pihak PLTMG harus selalu memantau kelayakan mesin atau langsung mengganti dengan yang baru," ujarnya mengakhiri.
Epolizan