Pemkab Meranti Salurkan Bantuan untuk Warga yang Kehilangan Penghasilan dari Panglong Arang


Kamis, 14-5-2026


Pemkab Meranti Salurkan Bantuan untuk Warga yang Kehilangan Penghasilan dari Panglong Arang
Pemkab Meranti Salurkan Bantuan untuk Warga yang Kehilangan Penghasilan dari Panglong Arang.

MERANTI--Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak penutupan operasional panglong arang di wilayah tersebut. Penyaluran bantuan dipusatkan di Kantor Desa Sesap, Kecamatan Tebing Tinggi, pada Rabu (13/5/2026).


Sebanyak 93 kepala keluarga atau 363 jiwa tercatat terdampak langsung akibat berhentinya aktivitas panglong arang yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Banyak warga pesisir menggantungkan hidup dari kegiatan mencari bakau untuk bahan baku arang, sehingga penutupan ini berdampak cukup besar terhadap kondisi ekonomi mereka.


Dalam penyaluran bantuan tersebut, hadir sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ifwandi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Marwan, Plt Kepala Satpol PP Ferry, serta perangkat daerah terkait, bersama Kepala Desa Sesap Jumri SPd.I dan masyarakat penerima bantuan.


Ifwandi yang mewakili Bupati Kepulauan Meranti menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. “Pemerintah daerah ingin memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi. Ini adalah bentuk kepedulian kepada warga yang kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa sejak penutupan panglong arang, ribuan warga yang bergantung pada aktivitas tersebut mengalami kehilangan pekerjaan, sehingga berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan keluarga.


Bantuan yang disalurkan berupa bahan kebutuhan pokok seperti telur, gula, kopi, dan sejumlah bahan pangan lainnya. Selain itu, pemerintah juga memastikan anak-anak dari keluarga terdampak tetap mendapatkan perhatian melalui bantuan makanan bergizi.


Di sisi lain, Pemkab Kepulauan Meranti bersama DPRD terus berupaya mencari solusi, baik jangka pendek maupun jangka panjang, agar masyarakat dapat kembali memiliki sumber penghidupan.


Selain bantuan tersebut, pemerintah daerah juga menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bekerja sama dengan Bulog kepada 178 kepala keluarga. Masing-masing penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut setiap tahun melalui koordinasi dengan berbagai pihak.


Kepala Desa Sesap Jumri menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap warganya. Menurutnya, bantuan ini sangat membantu meringankan beban masyarakat di tengah kondisi sulit.


Ucapan terima kasih juga datang dari Amir (48), salah seorang warga yang kehilangan pekerjaan akibat penutupan panglong arang. Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti untuk membantu kebutuhan keluarganya, terlebih ia memiliki tanggungan yang cukup besar.[rr/mgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT