Portal Berita Online

PEKANBARU--Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah terkait pentingnya keseriusan dalam mengendalikan inflasi. Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan evaluasi peran pemerintah daerah dalam Program 3 Juta Rumah serta sosialisasi penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, Senin (20/4/2026).
Ia juga menegaskan agar pemerintah daerah tidak menganggap remeh fluktuasi harga bahan pangan. Menurutnya, sekitar 227 juta penduduk Indonesia tergolong rentan terhadap kenaikan harga pangan. Karena itu, kenaikan harga sekecil apa pun dapat berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Saya ingin menegaskan kembali bahwa masyarakat kita yang sangat miskin, miskin, rentan miskin, hingga menuju kelas menengah jumlahnya mencapai 227 juta orang. Mereka sangat terpengaruh oleh kenaikan harga bahan makanan, meskipun hanya sedikit," ujarnya.
Ia juga menginstruksikan pemerintah daerah untuk lebih proaktif dan tidak hanya melakukan pemantauan harga secara administratif. Para pejabat diminta turun langsung ke lapangan guna memastikan stabilitas harga di pasar.
Dalam kesempatan tersebut, Tomsi turut menekankan pentingnya empati dari para pejabat. Ia mengingatkan bahwa kondisi pangan yang tercukupi di rumah pribadi tidak bisa dijadikan tolok ukur kestabilan ekonomi secara nasional.
"Jangan karena di rumah kita semua tersedia, lalu kita tidak merasakan kondisi masyarakat. Kita harus berpikir keras, bekerja keras, dan melakukan evaluasi secara serius. Itu yang saya harapkan," tutupnya.[rr/mcr]