Batik Serunai Curi Perhatian di Jakarta, Angkat Pesona Kampar Lewat Fashion Modern


Selasa, 2-6-2026


Batik Serunai Curi Perhatian di Jakarta, Angkat Pesona Kampar Lewat Fashion Modern

JAKARTA--Warisan budaya Kampar tampil penuh percaya diri di panggung nasional. Melalui berbagai koleksi fesyen yang memadukan motif khas Melayu dengan desain modern, Rumah Batik Serunai sukses mencuri perhatian pengunjung dalam ajang Gema Pemuda 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta.


Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, 30 Mei hingga 1 Juni 2026, Rumah Batik Serunai menghadirkan beragam produk unggulan berbahan batik khas Kampar. Mulai dari kemeja, outer, vest, dress, hingga selendang, seluruh koleksi dirancang mengikuti tren fesyen masa kini tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi akar utamanya.


Kehadiran Rumah Batik Serunai menjadi bukti bahwa batik daerah tidak hanya layak dikenakan dalam acara formal atau tradisional, tetapi juga mampu menjadi bagian dari gaya hidup modern yang dekat dengan generasi muda.


Pesona Batik Serunai semakin bersinar saat tampil dalam Fashion Show Batik Daerah, salah satu agenda utama Gema Pemuda 2026. Motif-motif khas Kampar yang dipadukan dengan sentuhan desain kontemporer menghadirkan penampilan elegan, unik, dan relevan dengan perkembangan dunia fesyen saat ini.


Di balik berkembangnya Rumah Batik Serunai, terdapat dua perempuan kreatif asal Kampar, Ratna Waty dan Sari Indah Putri. Dengan semangat yang sama, keduanya berkomitmen menjadikan batik sebagai warisan budaya yang tidak hanya dilestarikan, tetapi juga terus berkembang mengikuti zaman.


Ratna Waty mengungkapkan, sambutan positif dari para pengunjung menjadi energi baru bagi mereka untuk terus berkarya dan memperkenalkan batik khas Kampar ke pasar yang lebih luas.


"Kami melihat respons yang sangat positif dari pengunjung. Banyak yang tertarik dengan motif dan cerita yang ada di balik setiap karya Batik Serunai. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berinovasi dan mengenalkan batik khas Kampar kepada lebih banyak orang," ujarnya, Senin (1/6/2026).


Bagi Ratna dan Sari, batik bukan sekadar produk fesyen. Setiap helai kain menyimpan identitas daerah, cerita masyarakat, serta nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, setiap koleksi yang dihasilkan selalu berusaha menjaga unsur lokal sembari menghadirkan desain yang lebih fleksibel untuk berbagai aktivitas.


Meningkatnya minat masyarakat terhadap produk lokal juga membuka peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif daerah. Momentum ini dimanfaatkan Rumah Batik Serunai untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan Kampar melalui karya yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun kasual.


"Kami berharap Batik Serunai tidak hanya dikenal sebagai produk Kampar, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Semoga semakin banyak anak muda yang tertarik menggunakan dan mengembangkan produk budaya lokal," tambah Ratna.


Melalui partisipasinya di Gema Pemuda 2026, Rumah Batik Serunai membuktikan bahwa budaya lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Dari Kampar menuju Jakarta, Batik Serunai membawa pesan bahwa warisan budaya dapat tampil modern, membanggakan, dan tetap relevan di tengah dinamika dunia fesyen masa kini.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT