Portal Berita Online

MERANTI--Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus menunjukkan langkah serius dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data sekaligus mendorong peningkatan budaya literasi masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui audiensi strategis dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) di Jakarta.
Rombongan Pemkab Kepulauan Meranti yang dipimpin langsung oleh Bupati H Asmar bersama Ketua DPRD H Khalid Ali, turut didampingi jajaran legislatif, Bunda Literasi, serta dinas perpustakaan dan kearsipan. Kehadiran lengkap ini menegaskan keseriusan daerah dalam membangun sistem arsip dan literasi yang lebih modern dan terintegrasi.
Dalam pertemuan dengan ANRI, dibahas penguatan sistem kearsipan daerah mulai dari penataan arsip, peningkatan kapasitas SDM, hingga transformasi menuju pengelolaan arsip digital yang lebih tertib, efisien, dan sesuai standar nasional. ANRI juga menyatakan dukungan penuh melalui pendampingan teknis agar sistem kearsipan di Kepulauan Meranti semakin profesional dan berdaya guna.
Usai dari ANRI, rombongan melanjutkan audiensi ke Perpusnas. Di sini, fokus pembahasan mengarah pada penguatan layanan perpustakaan daerah, optimalisasi dana DAK nonfisik, serta percepatan program peningkatan literasi masyarakat. Perpustakaan didorong untuk berkembang tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat belajar, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Bupati H Asmar menegaskan bahwa arsip dan perpustakaan merupakan dua pilar penting dalam membangun daerah. Arsip menjadi fondasi tata kelola pemerintahan yang akuntabel, sementara perpustakaan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan masyarakat Kepulauan Meranti, termasuk di wilayah perbatasan, mendapatkan akses layanan literasi dan informasi yang lebih baik, modern, dan mudah dijangkau,” ujarnya.
Dengan terjalinnya sinergi bersama ANRI dan Perpusnas, Pemkab Kepulauan Meranti berharap transformasi layanan kearsipan dan perpustakaan dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berdampak langsung bagi peningkatan kualitas pendidikan serta kemajuan daerah.[rr/mgi]