Demi Api Segera Padam, Manggala Agni Pilih Bermalam Dekat Lokasi Karhutla di Rokan Hilir dan Siak


Kamis, 28-5-2026


Demi Api Segera Padam, Manggala Agni Pilih Bermalam Dekat Lokasi Karhutla di Rokan Hilir dan Siak

ROHIL--Di tengah kepungan asap dan panas ekstrem yang menyengat, Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan tetap bertahan di garis depan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di dua wilayah Provinsi Riau, yakni Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Rabu (27/5/2026).


Tak hanya berjibaku dengan api, para petugas juga harus beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berat. Demi mempercepat penanganan, sebagian personel bahkan memilih bermalam di rumah warga yang berada paling dekat dengan titik kebakaran.


Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan langkah tersebut diambil agar tim bisa segera kembali bergerak ke lokasi saat operasi pemadaman dilanjutkan pagi hari.


“Untuk Pasir Limau Kapas, kondisi hingga sore masih terdapat asap tipis. Pemadaman akan kembali dilanjutkan besok pagi,” ujar Ferdian.


Ia menjelaskan, kebakaran di Pasir Limau Kapas terjadi di lahan gambut milik masyarakat dengan luas terbakar sementara diperkirakan sekitar delapan hektare.


Sementara itu, di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Tim gabungan masih terus melakukan pemadaman darat yang dibantu operasi water bombing dari udara.


“Di Kandis, strategi yang dilakukan adalah penyekatan kepala api agar kebakaran tidak meluas ke area lain,” jelasnya.


Luas lahan yang terbakar di Kandis diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare, seluruhnya berada di lahan gambut milik warga. Namun angka tersebut masih bersifat sementara.


Ferdian menambahkan, tantangan terbesar di lapangan saat ini adalah cuaca panas ekstrem yang mempercepat penyebaran api dan menyulitkan proses pemadaman. Meski demikian, ketersediaan sumber air masih ada, meski mulai berkurang.


“Kondisi sangat panas. Air masih ada, tetapi mulai menurun sehingga harus dimanfaatkan seefektif mungkin,” katanya.


Di tengah kondisi yang berat itu, semangat petugas tidak surut. Mereka tetap bertahan di lapangan, memastikan api tidak kembali meluas dan terus melakukan pemadaman secara bertahap hingga kondisi benar-benar aman.


Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera memastikan operasi akan terus dilanjutkan sampai seluruh titik api benar-benar padam.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT