Portal Berita Online

PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mendorong masyarakat untuk membiasakan diri memilah sampah dari rumah. Program Waste Station yang baru berjalan di RTH Tunjuk Ajar Integritas, Jalan Jenderal Ahmad Yani, mendapat sambutan cukup tinggi dari warga.
Dalam kurun dua bulan sejak mulai beroperasi pada 20 Maret 2026, fasilitas tersebut telah berhasil mengumpulkan sekitar 8,5 ton sampah non-organik dari masyarakat.
Kepala DLHK Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra mengatakan tingginya antusias warga menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran untuk mengelola sampah secara lebih baik sekaligus bernilai ekonomi.
“Dalam dua bulan Waste Station di RTH Jalan Ahmad Yani sudah mengumpulkan hampir 8,5 ton sampah. Antusias masyarakat sangat tinggi,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Saat ini, baru satu Waste Station yang beroperasi. Namun Pemko Pekanbaru berencana memperluas program ini dengan menggandeng pihak swasta untuk membangun beberapa titik tambahan di berbagai wilayah.
“Waste station akan kita tambah lagi di sejumlah lokasi,” tambahnya.
Rencananya, lima titik Waste Station baru akan dibangun di RTH Ratu Kaca Mayang, Jalan Jenderal Sudirman, Panam, Rumbai, dan Tenayan Raya.
Melalui sistem ini, warga dapat menukarkan sampah non-organik seperti plastik, kertas, kardus, logam, kaca, minyak jelantah, hingga elektronik bekas. Sebelum menukarkan sampah, warga diminta mengunduh aplikasi Rekosistem.
Sampah yang dikumpulkan nantinya akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukar menjadi saldo uang elektronik melalui aplikasi tersebut.
Program ini diharapkan tidak hanya mengurangi beban sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga membentuk kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. [rr/pgi]