Hari Pertama Bertugas, Kajati Riau Wirajana Ultimatum Jajaran: Jangan Nodai Institusi


Jumat, 1-5-2026


Hari Pertama Bertugas, Kajati Riau Wirajana Ultimatum Jajaran: Jangan Nodai Institusi

PEKANBARU--Kepala Kejaksaan Tinggi Riau I Dewa Gede Wirajana langsung tancap gas di hari pertama bertugas. Tanpa basa-basi, ia mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh jajarannya: jangan sampai ada yang bermain-main dengan integritas.

Dilantik oleh ST Burhanuddin di Jakarta pada 29 April 2026, Wirajana tiba di Pekanbaru sehari kemudian dan langsung memimpin pengarahan kepada seluruh satuan kerja kejaksaan se-Riau secara hybrid di Sasana HM Prasetyo.

Dalam arahannya, Wirajana menegaskan bahwa jabatan adalah amanah yang tidak boleh disalahgunakan. Ia secara terang-terangan mengingatkan agar tidak ada lagi praktik tercela yang dapat mencoreng nama institusi penegak hukum.

“Integritas bukan pilihan, tapi kewajiban. Siapa pun yang melanggar, siap berhadapan dengan konsekuensi,” tegasnya.

Tak hanya memberi peringatan, Wirajana juga menyoroti lemahnya pengawasan internal yang kerap menjadi celah pelanggaran. Ia meminta seluruh lini memperketat kontrol, bekerja sesuai Tupoksi, dan berhenti mencari pembenaran atas kinerja yang buruk.

Evaluasi kinerja, kata dia, tidak boleh lagi sekadar formalitas. Setiap unit diminta menunjukkan hasil nyata, bukan laporan normatif tanpa dampak.

Sebagai langkah awal, Wirajana juga melakukan inspeksi langsung terhadap sarana dan prasarana kantor Kejati Riau. Ia ingin memastikan pelayanan publik berjalan profesional, cepat, dan bebas dari praktik yang merugikan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Riau Zikrullah menyebut kepemimpinan baru ini membawa pesan kuat: bersih-bersih internal dan peningkatan kinerja bukan lagi wacana.

“Ini sinyal tegas. Tidak ada ruang bagi pelanggaran. Fokus utama adalah integritas dan kepercayaan publik,” ujarnya.[rr/mcr]
Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT