Portal Berita Online

JAKARTA - Menjelang tahapan penyaringan Pemilihan Rektor Universitas Riau (UNRI) yang akan dilaksanakan pada 8 Juli 2026, salah satu bakal calon rektor, Prof Dr Elfizar SSi MKom, mendapat dukungan dan doa restu dari tokoh perempuan nasional, Bunda Indah.
Tahapan penyaringan tersebut meliputi penyampaian visi dan misi oleh para bakal calon rektor serta pemilihan tiga besar calon rektor oleh 62 anggota Senat Universitas Riau. Sebanyak delapan bakal calon telah ditetapkan oleh Panitia Pemilihan Rektor UNRI Tahun 2026.
Prof Elfizar, putra kelahiran Desa Teluk Latak, Kabupaten Bengkalis, menjadi salah satu bakal calon yang menarik perhatian publik. Dalam pertemuan di kediaman Bunda Indah, Prof Elfizar memaparkan visi dan misinya untuk membawa perubahan di Universitas Riau.
Menurut Prof Elfizar, ia berkomitmen melakukan pembenahan dan transformasi di UNRI agar menjadi salah satu barometer perguruan tinggi di tingkat nasional serta menjadi lokomotif pendidikan tinggi yang mampu melahirkan lulusan berdaya saing di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Selain fokus pada pengembangan institusi, Prof Elfizar juga menyampaikan komitmennya untuk memberikan perhatian kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu, khususnya yang berasal dari daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Program tersebut mendapat apresiasi dari Bunda Indah.
"Saya mendukung penuh dan mendoakan agar cita-cita mulia ini dapat terwujud. Kita harus membantu orang-orang yang memiliki niat baik dan tulus untuk memajukan pendidikan. Ke depan, jangan sampai ada lagi anak-anak yang terhambat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi," ujar Bunda Indah.
Bunda Indah juga menyatakan kesiapannya untuk turut berkontribusi dalam upaya memperluas akses pendidikan bagi generasi muda, khususnya bagi mereka yang berasal dari daerah dengan keterbatasan akses dan kondisi ekonomi.
Diketahui, Bunda Indah merupakan tokoh perempuan nasional yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menjabat sebagai Pendiri Bunda Foundation Indonesia, Ketua Majelis Taklim Halimah Indonesia, Ketua Umum Rumah Komunikasi Lintas Agama Indonesia (RKLA), serta Ketua Dewan Pembina Perempuan Indonesia Maju (PIM). [Wan]