Pemko Pekanbaru Perkuat Transformasi Manajemen Farmasi demi Tingkatkan Layanan Kesehatan


Jumat, 26-6-2026


Pemko Pekanbaru Perkuat Transformasi Manajemen Farmasi demi Tingkatkan Layanan Kesehatan

PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mendorong transformasi manajemen farmasi dan peningkatan layanan kefarmasian guna memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal kepada masyarakat.


Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, usai menghadiri pembukaan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (Hisfarsi PP IAI) di SKA Co-Ex Pekanbaru, Kamis (25/6/2026).


Markarius mengatakan, salah satu fokus utama yang menjadi perhatian pemerintah adalah peningkatan tata kelola obat-obatan agar tidak terjadi penumpukan hingga menyebabkan obat kedaluwarsa, sekaligus memastikan ketersediaan obat sesuai kebutuhan masyarakat.


"Manajemen obat-obatan harus semakin baik agar tidak banyak yang kedaluwarsa maupun terbuang. Transformasi layanan kesehatan juga perlu terus dilakukan agar masyarakat memperoleh pelayanan pengobatan yang lebih optimal," ujarnya.


Ia menambahkan, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan terus berkoordinasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) serta berbagai pihak terkait dalam memperkuat sistem pengelolaan obat.


Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyimpanan obat berjalan sesuai standar, distribusi lebih efektif, serta ketersediaan obat tetap terjaga tanpa terjadi kekurangan maupun kelebihan stok.


Markarius juga mengapresiasi Hisfarsi PP IAI yang telah memilih Pekanbaru sebagai lokasi penyelenggaraan PIT dan Mukernas tingkat nasional. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kompetensi para apoteker sekaligus mendorong kemajuan pelayanan farmasi di Kota Pekanbaru.


Ia menilai tantangan di bidang farmasi saat ini bukan hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memperbaiki sistem pengelolaan obat agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin berkualitas.


"Dengan meningkatnya kompetensi para apoteker, kami optimistis kualitas pelayanan farmasi kepada masyarakat juga akan semakin baik," tutupnya.[rr/pgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT