Pemko Pekanbaru Siagakan 21 Puskesmas Hadapi Dampak Kabut Asap


Minggu, 20-9-2026


Pemko Pekanbaru Siagakan 21 Puskesmas Hadapi Dampak Kabut Asap
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.

PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kabut asap yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Sebanyak 21 Puskesmas disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara yang berada pada kategori tidak sehat. Menurutnya, meski tidak ditemukan titik api atau hotspot secara langsung di wilayah Pekanbaru, asap kiriman dari daerah sekitar tetap berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan warga.

Agung juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Aktivitas tersebut dinilai dapat memperburuk kondisi kabut asap yang saat ini terjadi.

Kelompok masyarakat yang rentan, seperti balita, anak-anak, serta lanjut usia yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, diminta mendapat perhatian lebih. Mereka dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih kurang baik.

“Kami mengingatkan kepada kelompok rentan, balita, anak-anak yang juga memiliki penyakit komorbid agar berhati-hati,” ujar Agung.

Sebagai langkah antisipasi, Pemko Pekanbaru memastikan fasilitas kesehatan di berbagai wilayah kota dalam kondisi siap melayani warga. Persediaan berupa masker, vitamin, obat-obatan, serta perlengkapan untuk menangani Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah disiapkan di 21 Puskesmas.

“Kami menyediakan masker, vitamin, hingga obat-obatan serta peralatan penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” katanya.

Masyarakat yang mulai mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap juga diimbau segera memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat. Pemko Pekanbaru menyatakan warga dapat memperoleh masker di puskesmas sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap dampak polusi udara.

“Warga bisa ke Puskesmas untuk mendapatkan masker. Karena kesehatan adalah yang nomor satu,” kata Agung.[rr/pgi]
Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT