Penggiat Mangrove se-Kecamatan Merbau Bentuk Forum, Tanam 200 Bibit Mangrove di Pesisir Bagan Melibur


Jumat, 10-7-2026


Penggiat Mangrove se-Kecamatan Merbau Bentuk Forum, Tanam 200 Bibit Mangrove di Pesisir Bagan Melibur

MERBAU--Penggiat mangrove dari seluruh desa di Kecamatan Merbau bersama PT Imbang Tata Alam (ITA) menggelar aksi penanaman 200 bibit mangrove di kawasan pesisir Pantai MSJ-17, Desa Bagan Melibur, Rabu (8/7/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pembentukan Forum Mangrove Merbau sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antar kelompok penggiat mangrove di Kecamatan Merbau.


Penanaman mangrove kali ini dilakukan dengan metode berbeda, yakni menggunakan media tanam berbahan drum pot. Cara tersebut diharapkan mampu melindungi bibit dari terpaan ombak sehingga peluang tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar.


Kegiatan dihadiri Sekretaris Desa Bagan Melibur Sony Afrizal SPd MM CPLA didampingi Kepala Dusun II Hamdani, Field CSR Assistant PT ITA Wan Zulfan bersama Akmalul Hadi dan Andi Saputra, Ketua HIPMAM Merbau-Pekanbaru M Lutfi Hidayatullah, Ketua OPP Kelurahan Teluk Belitung Yoldi Asadi SP, serta perwakilan berbagai kelompok penggiat mangrove dari Desa Bagan Melibur, Teluk Belitung, Mekar Sari, Sungai Tengah, Lukit, Mayang Sari, hingga pelaku UMKM Sagu Ku.


Dalam musyawarah tersebut, Sudirman SPd dipercaya secara aklamasi sebagai Ketua Forum Mangrove Merbau. Forum ini dibentuk sebagai wadah pemersatu seluruh kelompok penggiat mangrove sekaligus untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah, perusahaan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung program pelestarian lingkungan di wilayah pesisir.


Ketua Forum Mangrove Merbau terpilih, Sudirman, mengatakan pihaknya berharap forum tersebut dapat menjadi penggerak dalam menjaga kelestarian hutan mangrove serta memperoleh dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Merbau.


"Kami berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan agar semangat bersama dalam menjaga hutan mangrove terus terpelihara. Forum ini dibentuk untuk memperkuat kerja sama demi menjaga lingkungan pesisir yang lebih baik," ujarnya.


Sekretaris Desa Bagan Melibur, Sony Afrizal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kelompok penggiat mangrove yang selama ini aktif melakukan penanaman sebagai upaya mengurangi abrasi pantai yang mengancam kawasan pesisir desa.


Menurutnya, Pemerintah Desa Bagan Melibur mendukung penuh terbentuknya Forum Mangrove Merbau karena diyakini akan menjadi wadah besar bagi seluruh kelompok dalam menjalankan program pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.


Sementara itu, Field CSR Assistant PT ITA, Wan Zulfan, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung kegiatan pelestarian mangrove. Ia menilai keberadaan hutan mangrove memiliki manfaat besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mencegah abrasi, melindungi habitat biota laut, serta meningkatkan kemampuan penyerapan karbon.


"Kami berharap seluruh kelompok tetap kompak dan bersinergi menjaga kelestarian mangrove sehingga kawasan pesisir di Kecamatan Merbau tetap terpelihara untuk generasi mendatang," katanya.


Di sisi lain, Ketua Kelompok Mangrove Khazanah Hijau Pesisir Desa Bagan Melibur, Ismulyadi, menjelaskan penggunaan media tanam berbahan drum pot merupakan inovasi yang diterapkan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan penanaman. Dengan metode tersebut, bibit mangrove diharapkan lebih terlindungi dari arus dan gelombang sehingga dapat tumbuh dengan baik.


Melalui kegiatan ini, seluruh penggiat mangrove di Kecamatan Merbau berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam menjaga kawasan pesisir sekaligus mencegah abrasi yang menjadi ancaman bagi lingkungan dan masyarakat setempat.[rls/epolizan]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT