Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla, Pemprov Riau dan RS Bhayangkara Buka Lima Posko Kesehatan


Sabtu, 19-9-2026


Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla, Pemprov Riau dan RS Bhayangkara Buka Lima Posko Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli.

\PEKANBARU--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama RS Bhayangkara Biddokes Polda Riau membuka lima posko kesehatan di Kota Pekanbaru sebagai langkah antisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan penanganan dampak kabut asap karhutla membutuhkan kolaborasi lintas sektor, sesuai arahan Plt Gubernur Riau, Kapolda Riau, dan Pangdam.


"Dalam penanganan dampak asap Karhutla ini, sebagaimana yang digaungkan Pak Plt Gubernur, Kapolda dan Pangdam, penanganan harus gotong royong. Ini merupakan inisiatif dari RS Bhayangkara, secara terintegrasi bagaimana untuk membentuk posko kesehatan di lima titik di Kota Pekanbaru," kata Zulkifli, Kamis (17/9/2026).


Lima posko kesehatan tersebut berada di Pos Lantas Gurindam 1 di Jalan Cut Nyak Dien, Pos Lantas Gurindam 2 di Simpang Jalan Tuanku Tambusai–Jenderal Sudirman, serta Pos Lantas Gurindam 3 di Simpang Bandara Sultan Syarif Kasim II.


"Kemudian di Pos Lantas Gurindam 4 (Simpang Jalan Ronggowarsito) dan Pos Lantas Gurindam 5 yang berada di Simpang SKA," kata Zulkifli.


Zulkifli menyebutkan posko kesehatan mulai digerakkan pada Jumat (18/9/2026), dengan tahap awal pelaksanaan selama tujuh hari.


Setiap posko akan disiagakan satu orang dokter, dua perawat, serta satu pengemudi ambulans berikut ambulansnya.


"Untuk tahap awal, kita alokasikan waktunya 7 hari. Kita juga melibatkan rumah sakit swasta dan perguruan tinggi, baik dari Al Insyirah, Payung Negeri, Poltekkes dan Hang Tuah," ujarnya.


Sementara itu, Kepala RS Bhayangkara Pekanbaru Biddokes Polda Riau, Kompol dr Firmansyah Dwi Anggara, mengatakan pembentukan posko kesehatan merupakan bentuk kolaborasi lintas sektoral dalam menangani dampak kesehatan akibat kabut asap Karhutla.


"Sesuai dengan arahan bapak Kapolda Riau. Ini merupakan bentuk kolaborasi untuk penanganan kesehatan dari dampak kabut asap Karhutla. Tentu kita tidak bisa bekerja sendiri, kita harus berkolaborasi lintas sektoral. Kami dari RS Bhayangkara dibantu oleh Dinas Kesehatan, berencana mengadakan kegiatan yang mungkin kecil namun memberikan dampak yang besar, yaitu dengan pembentukan posko kesehatan," ujar dr. Firmansyah.


Ia menjelaskan, posko kesehatan akan bekerja sama dengan Satlantas Polresta Pekanbaru untuk memberikan edukasi kesehatan preventif serta pemeriksaan kesehatan sederhana kepada masyarakat.


"Dengan adanya kegiatan ini, targetnya adalah kita bisa memberikan edukasi tentang kesehatan preventif dan memberikan pemeriksaan kesehatan sederhana. Meliputi pemberian info edukatif, pemberian vitamin yang langsung diminum oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan imunitas," katanya.


Bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, petugas juga menyediakan oksigen serta layanan rujukan ke rumah sakit apabila kondisi pasien memerlukan perawatan lebih lanjut.


Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Rektor Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP), Assoc Prof Ns Lita. Ia mengatakan pihak kampus siap membantu pelaksanaan posko kesehatan dengan mengerahkan mahasiswa dan dosen.


"Pada prinsipnya, sebagai kampus yang dikenal dengan lulusan dan kemampuan akademik di bidang kesehatan, kami tentu mendukung apapun yang menjadi program pemerintah," katanya.


Menurutnya, dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam pembagian masker, edukasi kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan di lapangan.


"Untuk UHTP sendiri, nantinya akan ada posko kita di Cut Nyak Dien dan Simpang Bandara, masing-masing posko tiga mahasiswa per shift. Satu posko ada dua shift," pungkasnya.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT