BBKSDA Riau Pantau Kemunculan Harimau di Desa Danai dengan Drone dan Kamera Trap


Rabu, 29-7-2026


BBKSDA Riau Pantau Kemunculan Harimau di Desa Danai dengan Drone dan Kamera Trap

INDRAGIRIHILIR--Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mulai melakukan pemantauan intensif terhadap kemunculan harimau Sumatera di Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (28/7/2026).


Sebanyak enam personel BBKSDA Riau yang dipimpin Bambang Santoso langsung bergerak ke lokasi bersama aparatur desa setempat. Tim memasang kamera jebak (camera trap) di Dusun Bukit, kawasan yang dipenuhi semak belukar dan bekas perkebunan kelapa milik warga yang sudah tidak lagi produktif. Lokasi tersebut berjarak sekitar empat kilometer dari permukiman Desa Danai.


Kepala Desa Danai, Halim, mengatakan pemasangan kamera jebak dilakukan pada Selasa sore sebagai bagian dari upaya memantau pergerakan satwa liar yang beberapa hari terakhir meresahkan warga.


"Kamera trap sudah dipasang di Dusun Bukit," ujar Halim.


Selain memasang kamera jebak, tim BBKSDA juga melakukan pemantauan udara menggunakan drone di sekitar Dusun Bukit. Namun, hingga sore hari belum ditemukan tanda-tanda keberadaan harimau.


Menurut Halim, lokasi pemasangan kamera dipilih karena sebelumnya ditemukan jejak kaki harimau di kawasan tersebut. Bahkan, sekitar pukul 13.00 WIB, seorang warga mengaku sempat melihat seekor harimau melintas.


"Tadi ada warga melihat satu ekor harimau di Dusun Bukit. Namun, dari jejak yang ditemukan diperkirakan ada dua ekor karena terdapat bekas tapak berukuran besar dan kecil," jelasnya.


Karena tim BBKSDA baru tiba dari Pekanbaru pada sore hari, aparat desa menyarankan agar proses pemantauan dilanjutkan keesokan harinya. Tim dijadwalkan kembali menyisir lokasi sekaligus memeriksa hasil rekaman kamera jebak yang telah dipasang.


"Besok pagi pemantauan akan kami lanjutkan," kata Halim.


Kemunculan harimau Sumatera di Desa Danai telah berlangsung sekitar lima hari terakhir dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Selain membuat warga takut beraktivitas di kebun, satwa dilindungi tersebut juga dilaporkan memangsa ternak sapi milik warga.


Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir telah mengeluarkan kebijakan agar kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring guna mengurangi risiko terhadap keselamatan siswa.


"Mudah-mudahan persoalan ini segera ditangani oleh BBKSDA. Saat ini warga takut pergi ke kebun, bahkan aktivitas anak-anak juga ikut terganggu," harap Halim.


Tim BBKSDA Riau terus melakukan pemantauan untuk memastikan keberadaan harimau sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa dilindungi tersebut.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT