Candi Muara Takus Bakal Terhubung dengan Jalur Wisata Sejarah Terpadu di Riau


Senin, 19-10-2026


Candi Muara Takus Bakal Terhubung dengan Jalur Wisata Sejarah Terpadu di Riau

KAMPAR--Pengembangan kawasan Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar, Riau, diarahkan untuk terintegrasi dengan sejumlah destinasi sejarah dan infrastruktur pendukung pariwisata. Langkah ini diharapkan dapat memperluas daya tarik wisata sekaligus menghadirkan jalur perjalanan sejarah yang lebih terstruktur bagi wisatawan.


Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan integrasi antardestinasi menjadi salah satu langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi Candi Muara Takus. Konektivitas infrastruktur dan keberadaan sejumlah situs bersejarah di wilayah sekitar dinilai dapat menjadi modal untuk membangun paket wisata yang saling terhubung.


“Harapan besar kita ke depan, pengembangan Candi Muara Takus ini dapat terintegrasi dengan infrastruktur yang memadai dan destinasi wisata sejarah lainnya di Riau,” kata Syahrial Abdi, Minggu (18/10/2026).


Menurutnya, akses menuju Candi Muara Takus kini semakin mudah, terutama dengan tersedianya jaringan jalan tol yang memangkas waktu tempuh dari Pekanbaru. Kemudahan akses tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan candi.


“Apalagi saat ini, akses menuju Candi Muara Takus dari Pekanbaru sudah sangat dekat dan cepat melalui jalan tol,” jelasnya.


Syahrial menjelaskan, konektivitas wisata sejarah tersebut juga berpeluang diperluas hingga ke Kabupaten Rokan Hulu. Pemerintah Provinsi Riau, katanya, telah membuka akses jalan yang menghubungkan kawasan Muara Takus dengan wilayah Rokan Hulu.


“Selain itu, Pemerintah Provinsi Riau juga telah membuka dan menembuskan jalan dari Muara Takus menuju Kabupaten Rokan Hulu,” ungkapnya.


Jalur tersebut dinilai memiliki potensi wisata yang menjanjikan karena Rokan Hulu menyimpan sejumlah peninggalan sejarah dan budaya. Di antaranya Istana Raja Rokan IV Koto serta Benteng Tujuh Lapis Tuanku Tambusai, yang menjadi bagian dari jejak sejarah di wilayah tersebut.


“Di Rokan Hulu, terdapat Istana Raja Rokan IV Koto dan tidak jauh dari sana terdapat situs sejarah Benteng Tujuh Lapis Tuanku Tambusai,” tutur Syahrial.


Menurutnya, keterhubungan sejumlah situs bersejarah tersebut membuka peluang untuk mengembangkan perjalanan wisata yang tidak hanya berpusat pada satu destinasi. Untuk mewujudkannya, diperlukan penataan akses, penyediaan fasilitas pendukung, penguatan informasi sejarah, serta promosi yang dilakukan secara terpadu.


Dengan pengelolaan yang terencana, wisatawan diharapkan dapat menikmati lebih banyak destinasi sejarah dalam satu rangkaian perjalanan.


Syahrial menilai, konsep tersebut dapat dikembangkan menjadi paket wisata sejarah satu hari atau one-day trip. Perjalanan dapat dimulai dari Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar, kemudian dilanjutkan ke Istana Raja Rokan IV Koto dan berakhir di Benteng Tujuh Lapis Tuanku Tambusai di Kabupaten Rokan Hulu.


“Jika seluruh kawasan ini ditata dan dihubungkan secara terpadu, kita bisa menciptakan satu paket wisata sejarah yang luar biasa, yaitu jalur one-day trip. Dimulai dari Candi Muara Takus, dilanjutkan ke Istana Raja Rokan IV Koto, dan berakhir di Benteng Tujuh Lapis Tuanku Tambusai,” pungkasnya.


Pengembangan jalur wisata sejarah terpadu ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik pariwisata Riau, memperkenalkan kekayaan sejarah daerah kepada masyarakat luas, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar destinasi.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT