Menbud Fadli Zon Lepas Arak-arakan Keberagaman di LAMR Riau, Perkuat Persatuan Antaretnis


Senin, 19-10-2026


Menbud Fadli Zon Lepas Arak-arakan Keberagaman di LAMR Riau, Perkuat Persatuan Antaretnis

PEKANBARU--Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melepas arak-arakan keberagaman bertajuk Persebatian Antaretnis di halaman Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Pekanbaru, Minggu (18/10/2026).


Pelepasan arak-arakan ditandai dengan tiga kali hentakan Cokmar LAMR oleh Fadli Zon. Kegiatan tersebut menjadi puncak peringatan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026 di Provinsi Riau.


“Atas nama kementerian kebudayaan, saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi setinggi-tingginya kepada LAMR Provinsi Riau beserta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Fadli.


Menurutnya, arak-arakan tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam melestarikan warisan budaya, tradisi, dan adat Melayu Riau, sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.


Fadli menegaskan bahwa keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, kebudayaan tidak hanya terbatas pada seni, tetapi juga mencakup bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional, olahraga tradisional, permainan rakyat, hingga berbagai bentuk ekspresi seni.


“Keberagaman budaya merupakan kekayaan Indonesia yang harus dijaga dan dikembangkan. Kebudayaan tidak hanya mencakup seni, tetapi juga bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional, olahraga tradisional, permainan rakyat, hingga berbagai bentuk ekspresi seni,” katanya.


Ia juga menyoroti kuatnya akar kebudayaan Melayu dalam perjalanan sejarah Nusantara. Bahasa Melayu, jelasnya, memiliki peran penting sebagai sarana perdagangan dan komunikasi antarmasyarakat di kawasan Nusantara.


Selain itu, Fadli menyinggung upaya pengusulan Tari Zapin ke UNESCO bersama negara-negara serumpun, termasuk Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.


“Kebudayaan kita ini sangat luas. Keberagaman ini adalah kekayaan kita,” ujarnya.


Fadli berharap kekayaan budaya di Provinsi Riau terus dikembangkan, mulai dari museum, situs sejarah, hingga berbagai warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas daerah.


Menurutnya, kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai identitas bangsa dan kekuatan pemersatu, tetapi juga memiliki potensi untuk menggerakkan perekonomian serta meningkatkan kunjungan wisatawan.


“Kebudayaan bukan hanya menjadi identitas bangsa dan kekuatan pemersatu, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi serta meningkatkan kunjungan wisatawan,” katanya.


Untuk mendukung pengembangan kebudayaan, Fadli mendorong komunitas dan pelaku budaya di Riau memanfaatkan program Dana Indonesiana sebagai sumber dukungan bagi kegiatan seni dan kebudayaan.


Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah menjalankan program revitalisasi ratusan situs budaya, termasuk sejumlah situs yang berada di Provinsi Riau.


Menjelang pelepasan arak-arakan, Fadli kembali mengingatkan pentingnya menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan persatuan bangsa di tengah perbedaan suku, bahasa, dan tradisi.


Peringatan Hari Kebudayaan Nasional 2026 di Provinsi Riau mengusung semangat keberagaman sebagai kekuatan bersama. Semangat tersebut sejalan dengan nilai persatuan yang terus dijaga dalam kehidupan masyarakat Melayu serta menjadi bagian penting dalam memperkuat keharmonisan antaretnis.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT