Portal Berita Online

MERBAU--Malam final lomba Silat Pengantin se-Kabupaten Kepulauan Meranti berlangsung istimewa. Gelanggang Gasing H Yahya Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, tampak berbeda dari malam-malam sebelumnya. Puluhan obor yang mengelilingi arena pertandingan menghadirkan suasana khas gelanggang silat tempo dulu.
Lomba Silat Pengantin yang kedua kalinya ditaja oleh Komunitas Gasing Teluk Belitung ini berlangsung sukses dan lancar. Sebanyak 54 peserta dari tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat, yang berasal dari berbagai perguruan dan daerah di Kabupaten Kepulauan Meranti, turut ambil bagian hingga memasuki babak final dan pembagian hadiah.
Pada malam puncak tersebut, suasana gelanggang semakin semarak dengan kehadiran ratusan penonton yang memadati dan mengelilingi arena pertandingan. Ditambah dengan cahaya api obor, suasana semakin terasa sakral dan membawa para penonton seolah kembali ke masa kejayaan gelanggang silat Melayu tempo dulu.
Mengenakan pakaian bernuansa Melayu, para peserta tampil gagah layaknya pendekar-pendekar zaman dahulu yang siap mempertahankan kehormatan kerajaan.
Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan mengaku teringat kembali dengan suasana gelanggang silat pada masa lalu.
"Malam ini mengingatkan saya pada masa-masa dahulu, ketika kami datang untuk berlatih silat. Gelanggang silat kami memang seperti inilah suasananya. Zaman dahulu belum ada penerangan listrik, sehingga untuk menerangi gelanggang kami hanya menggunakan lampu obor dan pelita," ungkap salah seorang tokoh masyarakat.
Hal senada juga disampaikan Muhammad Isa, salah seorang tokoh masyarakat sekaligus pendekar pada zamannya. Ia mengaku suasana malam final tersebut membangkitkan kembali kenangan masa lalunya ketika masih aktif berlatih silat.
"Dahulu kami berlatih silat dengan suasana yang hampir sama seperti yang kita saksikan malam ini. Suasana malam ini membuat saya kembali mengenang masa-masa dahulu. Banyak kenangan indah pada zaman itu yang tidak terlupakan," ujar Muhammad Isa.
Sementara itu, CSR Coordinator EMP, Arip Hidayatuloh, dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta, khususnya para juara. Ia menilai pelaksanaan lomba tahun ini menunjukkan banyak peningkatan, baik dari segi kualitas peserta maupun penampilan seni dan gerak silat Melayu.
"Selamat kepada seluruh peserta dan para juara. Banyak sekali peningkatan yang terlihat, baik dari kualitas peserta maupun semakin tampaknya unsur seni dan gerak silat Melayu. Selain itu, suasana juga semakin terasa khidmat dan sakral dengan tata cahaya serta musikalisasi gendang dan terompet Melayu," ujarnya.
Menurut Arip, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja keras panitia serta peran para pelatih dan guru yang telah memberikan pembinaan kepada para peserta.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dewan juri yang tidak hanya menjalankan tugas penilaian secara adil, tetapi turut memberikan arahan, tunjuk ajar, dan motivasi kepada peserta dalam menampilkan gerak serta seni silat.
"Kami dari perusahaan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga ke depannya semakin meningkat dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya dikenal karena industrinya, tetapi juga karena kebersamaannya dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Melayu, sesuai pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," ungkap Arip.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum KOMGAS, Andi Saputra, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya PT ITA yang telah memberikan dukungan penuh sebagai donatur tunggal.
"Atas nama seluruh panitia dan anggota KOMGAS, kami mengucapkan ribuan terima kasih serta apresiasi setinggi-tingginya kepada perusahaan PT ITA yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Semoga ke depannya kolaborasi antara KOMGAS dan PT ITA terus berjalan dengan baik," ujar Andi.
Lebih lanjut, Andi mengungkapkan harapan agar ke depan pertandingan Silat Pengantin dapat dikembangkan dengan melibatkan tiga kabupaten di Provinsi Riau, yakni Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Bengkalis.
"Insya Allah, harapan kami dari seluruh pengurus KOMGAS, ke depannya pertandingan silat ini dapat digelar dengan melibatkan tiga kabupaten di Provinsi Riau, yaitu Kepulauan Meranti, Siak, dan Bengkalis. Kami sangat yakin daerah-daerah tersebut memiliki banyak perguruan silat serta murid-murid yang hebat," tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, Andi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan anggota KOMGAS yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut sejak awal hingga akhir acara.
"Atas nama Ketua Umum KOMGAS, saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh panitia dan anggota KOMGAS yang telah berjibaku menyukseskan kegiatan ini dari awal hingga akhir. Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada seluruh pihak yang telah terlibat," pungkas Andi.[Epolizan]