Portal Berita Online

PEKANBARU--Rasa aman di rumah menjadi hal penting bagi setiap keluarga. Namun di tengah padatnya permukiman warga, ancaman kebakaran akibat instalasi listrik yang sudah tua dan tidak layak masih menghantui masyarakat, terutama warga kurang mampu.
Melihat kondisi itu, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bergerak cepat dengan menghadirkan program inspeksi dan perbaikan instalasi listrik gratis bagi masyarakat miskin di kawasan padat penduduk.
Program ini dijalankan bersama PLN dan Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) sebagai langkah nyata mencegah kebakaran yang belakangan kerap terjadi di Pekanbaru.
Pelaksana Harian (Plh) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan program tersebut merupakan instruksi langsung Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho agar keselamatan warga menjadi perhatian utama pemerintah.
“Kawasan padat penduduk yang rumahnya berhimpitan dan sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran menjadi prioritas. Apalagi banyak masyarakat kurang mampu yang instalasi listrik di rumahnya sudah tidak layak,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Program inspeksi dijadwalkan mulai berjalan pada 3 Juni mendatang dalam rangka Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Pada tahap awal, sebanyak 100 rumah warga akan diperiksa oleh tim gabungan.
Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai dari meteran listrik, kabel, stopkontak, hingga sambungan listrik di dalam rumah. Tim juga akan mengecek potensi bahaya yang sering luput dari perhatian warga.
Menurut Zulhelmi, penggunaan colokan bertumpuk masih menjadi salah satu penyebab utama korsleting yang berujung kebakaran. “Kadang satu colokan dipakai untuk banyak sambungan sekaligus. Masyarakat mungkin menganggap biasa, padahal itu sangat berbahaya,” jelasnya.
Tak hanya melakukan pemeriksaan, Pemko Pekanbaru juga akan membantu mengganti instalasi listrik yang rusak atau membahayakan secara gratis bagi warga kurang mampu.
“Kalau hasil pemeriksaan memang harus diganti demi keselamatan, nanti akan dibantu Pemko. Ini khusus untuk masyarakat miskin,” tambah Ami, sapaan akrabnya.
Selain instalasi yang sudah tua, kabel rusak akibat usia maupun gigitan hewan juga menjadi perhatian dalam program tersebut. Pemko berharap program ini tidak hanya mencegah kebakaran, tetapi juga menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat saat beraktivitas di rumah. Ke depan, program tersebut direncanakan diperluas hingga menjangkau sekitar 2.000 rumah warga di Pekanbaru.[rr/pgi]