Portal Berita Online

BENGKALIS--Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi Riau di bawah kepemimpinan Masuri SH alias Mas Bagong bersama jajaran pengurus inti melakukan langkah strategis dengan mempertemukan Direktur Utama PT Mitra Porang Nusantara (MPN), Deny Wiliyanto, dengan pengelola sentra budidaya tanaman kehutanan jenis geronggang di Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung potensi pengembangan kolaborasi antara budidaya tanaman geronggang dengan tanaman porang yang dinilai memiliki peluang besar dalam membuka lapangan kerja serta meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ketua Koperasi Produsen Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan (Kop PIPMPL) Solihin selaku pengelola sentra budidaya geronggang menjelaskan kepada sejumlah awak media pada Selasa (28/7/2026), bahwa kehadiran jajaran KADIN Riau bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kerja sama antara pelaku usaha lokal dengan industri pengolahan porang.
Menurut Solihin, konsep penggabungan budidaya geronggang dan porang sangat memungkinkan diterapkan karena karakter kedua tanaman tersebut saling mendukung. Pohon geronggang memiliki kemampuan menjaga kelembapan lahan gambut melalui sistem perakaran yang mampu mengikat air, sementara tanaman porang membutuhkan kondisi lahan yang lembap serta perlindungan dari paparan sinar matahari langsung.
"Setelah melihat kondisi lapangan dan sistem budidaya geronggang yang tersusun rapi, termasuk adanya ruang kosong di bawah tegakan pohon yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman porang, Pak Deny sangat serius untuk membangun kerja sama dengan kami," ujar Solihin.
Ia menambahkan, peluang kerja sama semakin terbuka karena PT Mitra Porang Nusantara telah memiliki fasilitas pengolahan porang di wilayah Perawang, Kabupaten Siak, yang lokasinya berdekatan dengan Kabupaten Bengkalis.
"Kami dari koperasi sangat berterima kasih kepada Mas Bagong atas upaya mempertemukan pelaku usaha kecil seperti kami dengan sentra industri porang yang sebelumnya belum kami ketahui potensinya," ungkap Solihin yang juga merupakan mantan aktivis lingkungan tersebut.
Dalam kunjungan yang berlangsung pada 25 Juli 2026 itu, Ketua Umum KADIN Riau Masuri SH didampingi sejumlah pengurus, di antaranya Ir Siswo Pranoto MT selaku Wakil Ketua Umum Bidang Riset, Teknologi dan Inovasi KADIN Riau, Ir Kholis Romli MP selaku Direktur Eksekutif KADIN Riau, serta Arpi Marzuki SPi selaku Ketua Komtap Bidang Kewirausahaan.
Solihin juga menyampaikan bahwa konsep agroforestri atau sistem tumpang sari yang mengombinasikan tanaman kehutanan, perkebunan, dan pertanian mulai menemukan titik terang. Menurutnya, konsep tersebut dapat menciptakan harmonisasi antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan.
"Jika konsep agroforestri tidak diterapkan, sementara pertumbuhan penduduk terus meningkat dan kebutuhan hidup semakin besar, bukan tidak mungkin kawasan hutan yang telah rusak maupun kawasan konservasi akan mendapat tekanan akibat kebutuhan manusia," jelasnya.
Selain mengombinasikan geronggang dengan porang, Kop PIPMPL juga berencana mengembangkan tanaman kratom pada kawasan yang sama. Solihin menyebutkan, tanaman tersebut memiliki peluang ekonomi untuk pasar internasional apabila dikelola melalui sistem hilirisasi yang tepat.
Terkait pengembangan kratom, Solihin mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PT DJB di Kalimantan Timur yang bergerak dalam ekspor kratom ke luar negeri. Sampel tanaman kratom yang tumbuh di lahan gambut Pulau Bengkalis juga telah dikirim untuk pengujian laboratorium dan hasilnya disebut memiliki kualitas yang setara dengan tanaman kratom dari Kalimantan.
Ke depan, pihak koperasi berharap dapat menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau maupun Pemerintah Kabupaten Bengkalis agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara bersama melalui sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, koperasi, dan masyarakat.
"Harapannya, pengelolaan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia ini tidak hanya membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD)," tutup Solihin. [Wan]