Portal Berita Online

SIAK--Setelah sepekan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, sebanyak 15 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Riau kembali bertugas di Kota Pekanbaru.
Kepala Satpol PP Riau, Sri Sadono, mengatakan seluruh personel telah menyelesaikan tugas pemadaman pada Sabtu, 12 September 2026.
"Alhamdulillah semua tim sudah kembali ke Kota Pekanbaru. Terakhir bertugas pada Sabtu kemarin. Personel sudah aktif bertugas per hari ini di Pekanbaru karena titik api di Riau sudah tidak ditemukan dan tidak ada permintaan bantuan dari kabupaten/kota lagi," kata Sri Sadono, Senin (14/9/2026).
Meski telah kembali ke Pekanbaru, Satpol PP Riau tetap menyiagakan personel apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu penanganan karhutla di daerah.
"Kita siap selalu. Kalau memang dibutuhkan di lapangan, pasti akan kita turunkan tim sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan," katanya.
Sri Sadono menyebut salah satu kendala yang dihadapi personel saat melakukan pemadaman di Desa Sukamulya, Kecamatan Dayun, adalah jarak titik api yang cukup jauh dari sumber air.
"Yang jadi evaluasi kita kemarin yaitu kondisi selang. Mengingat jarak api yang jauh dari sumber air sehingga membutuhkan selang yang banyak. Belum lagi terkadang selang yang bocor. Jadi memang kita kekurangan selang, terutama selang ukuran 2,5 inci dan 1,5 inci. Kalau untuk mesin, di Satpol PP Provinsi mencukupi," ungkapnya.
Sebelumnya, tim Satpol PP Riau diterjunkan ke Desa Sukamulya, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, untuk membantu memadamkan karhutla. Kondisi lokasi yang berada jauh di dalam kawasan hutan atau lahan membuat personel menggunakan perahu sebagai sarana transportasi untuk membawa personel dan peralatan.
Untuk mobilisasi, tim Satpol PP menggunakan perahu bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Riau. Selama bertugas, personel juga tinggal sementara di Kantor Desa Sukamulya, Kecamatan Dayun.
"Saat ini tim bergabung dengan tim gabungan di lapangan. Dalam operasi pemadaman, Satpol PP Riau mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya empat unit pompa ministriker, satu pompa apung, dan dua unit pompa berkapasitas 8 HP. Untuk pendukung, tim juga membawa tiga unit kendaraan roda empat dan satu perahu fiber," katanya.[rr/mcr]