Hari Pramuka ke-65, Agung Dorong Gerakan Satu Siswa Satu Polybag


Senin, 14-9-2026


Hari Pramuka ke-65, Agung Dorong Gerakan Satu Siswa Satu Polybag

PEKANBARU--Wali Kota Pekanbaru sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mendorong anggota Pramuka mengambil peran dalam memperkuat ketahanan pangan. Salah satunya melalui gerakan satu siswa satu polybag yang dapat dikembangkan di setiap gugus depan.


Dorongan tersebut disampaikan Agung saat memperingati Hari Pramuka ke-65 di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Sabtu (12/9/2026). Ia menegaskan, kegiatan kepramukaan harus melahirkan karya nyata dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.


“Atas nama Pemko Pekanbaru, saya menyampaikan selamat Hari Pramuka ke-65. Perjalanan panjang Gerakan Pramuka selama 65 tahun telah memberikan kontribusi besar dalam membentuk generasi muda yang beriman, berkarakter, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan mencintai Tanah Air,” kata Agung.


Menurutnya, nilai-nilai kepramukaan tercermin dalam setiap atribut yang dikenakan anggota. Seragam cokelat dan setangan leher merah putih bukan sekadar pakaian, tetapi menjadi simbol kehormatan, kedisiplinan, persaudaraan, serta tanggung jawab kepada bangsa dan negara.


“Trisatya adalah janji yang kita ucapkan. Dasa Darma adalah sikap yang harus kita tunjukkan,” ujarnya.


Agung mengatakan peringatan Hari Pramuka harus menjadi momentum untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mendorong anggota menciptakan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Pramuka harus mampu melahirkan karya. Lebih dari sekadar mengenakan seragam, Pramuka harus menjadi teladan. Lebih dari sekadar pandai membuat simpul, Pramuka harus mampu mengurai persoalan,” ucapnya.


Ia menyebut tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), perubahan iklim, penyalahgunaan narkoba, perundungan, penyebaran hoaks, hingga perjudian daring.


Karena itu, Agung meminta anggota Pramuka tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Trisatya dan Dasa Darma dalam menghadapi perkembangan zaman.


“Jadilah Pramuka yang kreatif dan modern, tetapi tetap memiliki adab, disiplin, serta dapat dipercaya,” pesannya.


Agung berharap setiap gugus depan di Kota Pekanbaru menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya gagasan, karya, prestasi, sekaligus pengabdian kepada masyarakat.


Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional ke-12 Tahun 2026, yakni “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”


Tema tersebut juga dinilai sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air.


“Swasembada pangan bukan hanya persoalan menanam dan memanen. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, serta kemampuan menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan kita,” jelasnya.


Di tingkat daerah, Gerakan Pramuka didorong ikut menjaga lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan. Agung menyebut semangat tersebut sejalan dengan Gerakan Pekanbaru Lestari dan nilai Dasa Darma Pramuka, khususnya cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.


Untuk itu, anggota Pramuka diharapkan menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah, tidak membuang sampah ke drainase, serta menanam dan merawat pohon hingga tumbuh.


Dalam mendukung swasembada pangan, Agung mendorong pengembangan gerakan satu siswa satu polybag di setiap gugus depan. Para siswa dapat menanam cabai, sayuran, maupun tanaman pangan lainnya.


“Untuk mendukung swasembada pangan, Gerakan Pramuka satu siswa satu polybag dapat dikembangkan di setiap gugus depan dengan menanam cabai, sayuran, dan tanaman pangan lainnya,” tutur Agung.


Ia menegaskan, gerakan tersebut tidak sekadar mengajarkan siswa bercocok tanam, tetapi juga menjadi sarana pendidikan untuk menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya ketahanan pangan sejak dini.


Selain bidang lingkungan dan pangan, Agung meminta Gerakan Pramuka hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Anggota Pramuka juga didorong ikut mengenalkan layanan darurat 112 Pekanbaru Aman kepada masyarakat.


“Pramuka juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan serta ikut mengenalkan layanan 112 Pekanbaru Aman,” pungkasnya.[rr/pgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT