Portal Berita Online

PEKANBARU--Pemerintah Kota Pekanbaru meningkatkan kesiapan layanan kesehatan menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Sebanyak 21 Puskesmas di berbagai wilayah Kota Pekanbaru disiagakan untuk melayani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, terutama keluhan pada saluran pernapasan.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan pendataan, jumlah warga yang mengalami ISPA kini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan kondisi normal.
"Rata-rata kasus per hari mencapai 300 lebih," ujar Markarius, Senin (7/9/2026).
Ia mengatakan Dinas Kesehatan telah diminta mengaktifkan seluruh Puskesmas dan memastikan kebutuhan pelayanan untuk penanganan ISPA tersedia.
"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA," katanya.
Markarius memastikan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap dapat memperoleh pelayanan di Puskesmas terdekat. Kesiapan fasilitas kesehatan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila terjadi peningkatan jumlah pasien.
Selain sektor kesehatan, Pemko Pekanbaru juga mengambil langkah untuk mengurangi paparan udara tidak sehat terhadap anak-anak. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kembali diberlakukan bagi peserta didik jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP pada 7-8 September 2026.
Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah antisipasi selama kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat. Dengan pembelajaran dari rumah, aktivitas peserta didik di luar ruangan dapat dikurangi.
Pemko Pekanbaru mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan selama kondisi udara belum membaik. Warga yang mengalami keluhan kesehatan dianjurkan segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.
Kesiapsiagaan layanan kesehatan ini menjadi bagian dari langkah Pemko Pekanbaru menghadapi dampak kabut asap sekaligus mengantisipasi kemungkinan bertambahnya kasus gangguan pernapasan di tengah masyarakat.[rr/pgi]