PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mengupayakan percepatan pembangunan infrastruktur jalan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran daerah. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan dukungan anggaran pemerintah pusat dalam program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Melalui program tersebut, sejumlah ruas jalan yang belum tertangani melalui APBD Kota Pekanbaru mulai mendapatkan perbaikan. Salah satunya Jalan Kabun di Kecamatan Tuah Madani yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat karena belum tersentuh pembangunan secara memadai.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar meninjau langsung progres pengaspalan Jalan Kabun, Senin (2/11/2026) siang.
Dalam peninjauan tersebut, keduanya melihat pengerjaan pengaspalan sepanjang 900 meter sekaligus berdialog dengan masyarakat setempat.
Agung mengatakan, pembangunan Jalan Kabun merupakan kebutuhan mendesak masyarakat. Pasalnya, kondisi jalan tersebut telah lama terbengkalai sejak 2013 sehingga menyulitkan aktivitas warga sehari-hari.
Selama bertahun-tahun, masyarakat harus melewati jalan tanah yang menjadi becek dan sulit dilalui ketika hujan. Sebaliknya, saat cuaca panas, debu yang beterbangan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
"Jalan ini memang sudah terlalu lama sekali. Namanya Jalan Kabun, sudah dari tahun 2013 terbengkalai. Bahkan kalau hujan, mereka susah untuk keluar karena masih jalan tanah dan becek. Kalau panas, mereka berdebu," ujar Agung.
Ia menjelaskan, Pemko Pekanbaru tidak dapat hanya mengandalkan APBD untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mencari peluang dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
"Kami tentu pemerintah kota tidak bisa hanya membangun dengan memakai APBD saja. Tentu harus melihat peluang. Alhamdulillah, ada peluang ini melalui program Bapak Presiden Prabowo, namanya program IJD," jelasnya.
Menurut Agung, Pemko Pekanbaru sebelumnya telah mengusulkan sejumlah ruas jalan kepada kementerian terkait melalui proposal yang dilengkapi informasi mengenai kondisi infrastruktur, tingkat kepadatan penduduk, serta kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang layak.
Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diperolehnya alokasi pembangunan sejumlah ruas jalan melalui program IJD. Pelaksanaan pekerjaan tersebut ditangani langsung oleh pemerintah pusat.
Agung menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, kementerian terkait, dan seluruh jajaran pemerintah pusat atas dukungan anggaran pembangunan infrastruktur jalan di Kota Pekanbaru.
"Masih sangat banyak daerah yang tidak bisa dibangun oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya karena keterbatasan anggaran. Namun, melalui anggaran IJD ini, sejumlah ruas jalan akhirnya bisa dibangun," ungkapnya.
Khusus Jalan Kabun, pekerjaan pengaspalan dilakukan sepanjang 900 meter dengan lebar jalan beserta bahu jalan mencapai sekitar tujuh meter.
Agung menyebutkan, pengerjaan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026. Selain Jalan Kabun, terdapat tiga lokasi lainnya di Kota Pekanbaru yang juga mendapatkan pembangunan melalui program IJD.
Ia berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan optimalisasi penggunaan anggaran.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Bapak Presiden Prabowo dan Pak Menteri beserta seluruh jajaran yang telah mengalokasikan kegiatan dan anggaran untuk pembangunan jalan di Kabun ini," pungkasnya.
Pembangunan Jalan Kabun diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat di Kecamatan Tuah Madani. [rr/prokopim]
Penulis Riau RayaEditor Lukman Hakim