Meranti Buka Pintu Ekspor ke Malaysia, Komoditas Unggulan Siap Menembus Johor Bahru


Kamis, 4-6-2026


Meranti Buka Pintu Ekspor ke Malaysia, Komoditas Unggulan Siap Menembus Johor Bahru
Wakil Bupati Kepulauan Meranti saat memimpin audiensi secara daring dengan KJRI Johor Bahru.

SELATPANJANG--Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus memperluas peluang kerja sama strategis untuk memperkuat sektor perdagangan dan pemasaran komoditas unggulan daerah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah penjajakan kerja sama ekspor-impor dengan investor dari Johor Bahru, Malaysia, yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru.


Pertemuan awal ini dilaksanakan melalui rapat daring (zoom meeting) yang dipusatkan di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (3/6/2026). Agenda tersebut menjadi langkah awal untuk memetakan potensi kerja sama perdagangan yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan kedua belah pihak, sekaligus membuka peluang rantai pasok yang lebih efisien antara Indonesia dan Malaysia.


Hadir dalam pertemuan tersebut Konsul Ekonomi KJRI Johor Bahru Siti Fauziah, sejumlah pelaku usaha ekspor-impor dari Johor Bahru, termasuk Kamarudin selaku pimpinan Gresik Jaya, Pengelola Koperasi Universitas Pahang H Syahrul Naim, serta beberapa investor dan pelaku usaha lainnya. Dari pihak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti turut hadir Asisten II Sekretariat Daerah Irmansyah, Staf Ahli Bupati, perwakilan BUMD, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang membidangi sektor ekonomi, perdagangan, dan perikanan.


Pertemuan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari aspek historis dan kultural yang telah lama menghubungkan Kepulauan Meranti dengan wilayah Johor.


Menurutnya, hubungan kedua wilayah yang sama-sama berada di kawasan Melayu serumpun telah lama terjalin melalui jalur perdagangan tradisional. Kedekatan geografis yang dipisahkan oleh Selat Malaka juga menjadi faktor penting yang membuat kerja sama ini dinilai lebih efisien dan kompetitif dibandingkan dengan wilayah pemasok lain yang lebih jauh.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga memaparkan secara rinci potensi komoditas unggulan Kepulauan Meranti yang siap dikembangkan untuk pasar ekspor. Komoditas tersebut meliputi sagu sebagai produk utama dengan luas perkebunan sekitar 62 ribu hektare dan produksi mencapai 260 ribu ton per tahun. Selain itu, kelapa dengan luas lahan sekitar 33 ribu hektare dan produksi sekitar 30 ribu ton per tahun juga menjadi salah satu komoditas andalan daerah.


Komoditas lainnya adalah kopi Liberika yang dikenal memiliki cita rasa khas dengan luas kebun sekitar 3 ribu hektare dan produksi lebih dari 2 ribu ton per tahun. Sektor karet juga memiliki kontribusi penting dengan luas perkebunan sekitar 21 ribu hektare dan produksi sekitar 13 ribu ton per tahun, serta pinang dengan luas sekitar 550 hektare dan produksi sekitar 160 ton per tahun.


Selain sektor perkebunan, Kepulauan Meranti juga memiliki potensi besar di sektor perikanan. Ikan kakap putih menjadi salah satu komoditas unggulan, disamping ikan tirusan yang memiliki nilai ekonomi tinggi terutama pada bagian gelembung renangnya yang banyak diminati di pasar ekspor.


Tidak hanya sektor ekonomi berbasis sumber daya alam, Pemkab Kepulauan Meranti juga memperkenalkan potensi pariwisata daerah yang dinilai mampu menjadi daya tarik wisatawan. Beberapa di antaranya adalah tradisi Perang Air (Cian Cui) yang telah menjadi ikon budaya dan mampu menarik hingga 172 ribu wisatawan, Festival Sungai Bokor yang menampilkan kekayaan budaya dan sungai lokal, Telaga Air Merah yang dikenal dengan keunikan alamnya, serta berbagai destinasi wisata lainnya yang tersebar di wilayah kepulauan tersebut.


Dalam skema kerja sama dua arah, Pemkab Kepulauan Meranti juga menyampaikan kebutuhan masyarakat terhadap sejumlah komoditas impor. Di antaranya adalah sembako, gula, buah-buahan, serta berbagai produk makanan dan minuman dari Malaysia. Pemerintah daerah menilai pasokan dari Malaysia lebih efisien karena jarak pengiriman yang lebih dekat, sehingga kualitas produk dapat tetap terjaga dalam kondisi segar, sekaligus menekan biaya distribusi dibandingkan pasokan dari wilayah lain seperti Pulau Jawa atau daerah lain di Sumatera.


Wakil Bupati Muzamil juga menekankan bahwa posisi geografis Kepulauan Meranti sangat strategis untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai hub transshipment, kawasan ekonomi khusus logistik maritim, serta pusat pengembangan sektor perikanan dan agroindustri yang terintegrasi dengan jalur perdagangan internasional, termasuk ASEAN, India, dan Tiongkok.


Dari pihak investor, Kamarudin selaku pimpinan Gresik Jaya menyambut positif peluang kerja sama ini. Ia menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Malaysia telah menetapkan sejumlah komoditas yang diperbolehkan untuk diimpor, dan sebagian besar komoditas yang ditawarkan Kepulauan Meranti masuk dalam kategori tersebut. Ia juga menyoroti bahwa kebutuhan kelapa di Malaysia masih tinggi, yang selama ini sebagian besar dipasok dari wilayah Jambi dan Tembilahan. Namun, dari sisi jarak, kualitas, dan efisiensi biaya, produk dari Kepulauan Meranti dinilai memiliki keunggulan tersendiri.


Pandangan serupa juga disampaikan oleh Pengelola Koperasi Universitas Pahang, H Syahrul Naim. Ia menilai bahwa kerja sama ini berpotensi memperkuat hubungan perdagangan kedua wilayah, terutama untuk komoditas seperti kopi dan kelapa yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri, termasuk produksi santan dan berbagai olahan pangan lainnya.


Menanggapi antusiasme para investor, Wakil Bupati Kepulauan Meranti menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan pasokan apabila kerja sama ini resmi berjalan. Ia juga membuka kemungkinan untuk mendatangkan tambahan pasokan dari daerah lain jika produksi lokal belum mencukupi kebutuhan ekspor yang disepakati.


Sebagai tindak lanjut, KJRI Johor Bahru bersama para investor dan pemangku kepentingan terkait direncanakan akan melakukan kunjungan langsung ke Kepulauan Meranti. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung potensi komoditas, infrastruktur pendukung, serta kesiapan daerah dalam mendukung kerja sama perdagangan yang lebih konkret.


Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti optimistis bahwa kerja sama ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selain membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani dan nelayan, kerja sama ini juga diharapkan mampu menciptakan stabilitas harga komoditas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat sektor usaha lokal, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perdagangan ekspor-impor yang lebih terintegrasi secara regional maupun internasional.[rr/mgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT