Portal Berita Online

KUANTANSINGINGI--Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dipastikan mulai beroperasi pada Juli 2026. Hingga kini, pembangunan gedung sekolah tersebut telah mencapai sekitar 85 persen.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Zulfadli, menyampaikan bahwa pada tahun ajaran perdana nanti, sekolah ini akan menampung sebanyak 420 siswa dari keluarga kurang mampu.
“Sebanyak 420 anak akan diterima pada tahun ajaran baru Juli mendatang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, siswa yang diterima tidak hanya berasal dari Kuansing, tetapi juga dari daerah lain seperti Rokan Hilir, Pemerintah Provinsi Riau, serta Sentra Abiseka.
Untuk Kuansing sendiri, dialokasikan 270 siswa yang terbagi dalam jenjang SD, SMP, dan SMA masing-masing 90 orang dengan tiga ruang belajar per jenjang.
Saat ini proses masih berada pada tahap verifikasi lapangan calon peserta didik. Penetapan siswa dijadwalkan akan dibahas dalam rapat pleno dan kemudian ditetapkan melalui SK Bupati Kuansing dalam waktu dekat.
Zulfadli menyebut mayoritas siswa yang diterima berasal dari data Desil 1 dan Desil 2 Kementerian Sosial, meski terdapat juga peserta di luar data tersebut dengan tetap memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Selain Kuansing, Rokan Hilir juga akan mengirimkan 60 siswa untuk jenjang SMP dan SMA, masing-masing satu rombongan belajar. Pemerintah Provinsi Riau menyalurkan 30 siswa jenjang SMA, sementara Sentra Abiseka menampung 60 siswa jenjang SMP dalam dua rombongan belajar.
Ia menambahkan, untuk wilayah Rokan Hilir dan Pemprov Riau, proses pembelajaran akan berjalan sementara di sekolah rintisan sambil menunggu pembangunan gedung utama selesai.
Program Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Riau, sekaligus memperkuat pemerataan pendidikan di daerah.[rr/mcr]