Afni Dorong Pangan Lokal Siak Masuk Dapur MBG, Petani dan UMKM Ikut Sejahtera


Sabtu, 7-11-2026


Afni Dorong Pangan Lokal Siak Masuk Dapur MBG, Petani dan UMKM Ikut Sejahtera

SIAK--Bupati Siak Afni Zulkifli ingin potensi pangan lokal Kabupaten Siak tidak hanya ditampilkan dalam festival atau dikonsumsi di lingkungan keluarga, tetapi juga mampu menembus rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang pasar bagi petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.


Harapan tersebut disampaikan Afni saat membuka Festival Pangan Lokal dan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) tingkat Kabupaten Siak di Halaman Siak Bermadah, Kamis (5/11/2026).


Di hadapan peserta dari 14 kecamatan, Afni mengapresiasi kreativitas Tim Penggerak PKK dalam mengolah beragam potensi pangan daerah menjadi sajian menarik dan bernilai gizi. Berbagai bahan pangan lokal, seperti ikan patin, ikan nila, nanas, ubi, labu, hingga jamur, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.


Namun, menurut Afni, festival pangan tidak seharusnya berhenti pada kegiatan lomba dan pameran. Lebih dari itu, perlu dipikirkan bagaimana bahan baku diproduksi, siapa yang memasok, bagaimana proses pengolahannya, serta ke mana produk tersebut dipasarkan.


Ia ingin produk pangan lokal memiliki pasar yang jelas sehingga mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


"Nilai ekonominya bukan hanya pada suapan yang masuk ke mulut, melainkan bagaimana rantai pasok ini berjalan. Kalau mulai dari hulunya kita pikirkan, baru muncul kata sejahtera," ujar Afni, Jumat (6/11/2026).


Menurutnya, program MBG merupakan peluang strategis untuk menghubungkan kebutuhan pangan bergizi dengan potensi produksi masyarakat setempat. Berbagai komoditas yang dihasilkan petani, nelayan, dan pelaku usaha di kampung-kampung dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).


Dengan demikian, program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak sebagai penerima makanan bergizi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui penyerapan produk pangan lokal.


Petani diharapkan memperoleh kepastian pasar, nelayan mendapatkan peluang penyerapan hasil tangkapan, sedangkan pelaku UMKM memiliki kesempatan memperluas jangkauan pemasaran produknya.


"Kita ingin kreativitas dan inovasi ini diberdayakan. Pangan lokal adalah kekuatan utamanya. Kalau terserap, hulu hingga hilirnya bisa menciptakan masyarakat yang sehat sekaligus sejahtera," katanya.


Afni juga berharap berbagai menu hasil kreativitas TP PKK dapat menjadi alternatif sajian di dapur SPPG. Selain memperkenalkan kekayaan kuliner daerah, keberagaman menu dinilai penting untuk menghindari kejenuhan anak-anak terhadap sajian makanan yang monoton.


"Menu-menu kreatif seperti ini kalau bisa menjadi menu SPPG. Gizinya ada, beragam, bergizi, seimbang dan aman. Anak-anak juga tidak bosan dengan menu yang itu-itu saja," ujarnya.


Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Afni mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP), TP PKK, camat, hingga penghulu diharapkan berperan aktif membangun ekosistem pangan lokal yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran.


Ia juga membuka peluang keterlibatan TP PKK dalam Satgas MBG guna membantu pengawasan pelaksanaan program. Dengan begitu, kualitas makanan bergizi dan pemanfaatan produk pangan lokal dapat berjalan beriringan.


Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Siak, Siti Sarifah, mengatakan Festival Pangan Lokal merupakan bagian dari upaya mendorong kebiasaan konsumsi pangan B2SA yang dimulai dari lingkungan keluarga.


Ia berharap masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, sederhana dalam pengolahan, tetapi tetap memiliki kandungan gizi yang baik.


Festival tersebut diikuti TP PKK dari 14 kecamatan dengan menampilkan beragam inovasi olahan berbasis potensi daerah. Beberapa di antaranya Ikan Nila Khusus Tualang, Sambal Nanas Manis, Ubi Mesik Kukus, Labu Bersantan Putri Indrapura, Patin Lancang Pelangi, Patin Gulung Telur, Rendang Jamur Tempe, Krim Buah Cimplukan, hingga Patin Sutra Saus Kencana.


Selain lomba cipta menu B2SA, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan lomba stan pameran produk olahan pangan lokal tingkat Kabupaten Siak.


Melalui festival tersebut, Afni berharap kreativitas masyarakat dalam mengolah pangan lokal dapat berkembang menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan. Hasil kebun petani, tangkapan nelayan, serta produk olahan UMKM diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.


Dengan terserapnya produk pangan lokal dalam rantai pasok program tersebut, manfaat MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memperkuat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Siak.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT