Portal Berita Online

KUANSING - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XLIV Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) diharapkan tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan pembinaan generasi qurani, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mempromosikan potensi daerah.
Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau sekaligus Ketua Umum LPTQ Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, mengatakan bahwa penyelenggaraan MTQ memiliki dampak positif yang dirasakan langsung oleh daerah tuan rumah. Selain memperkuat syiar Islam, kegiatan ini juga mampu menggerakkan sektor jasa, perdagangan, dan usaha masyarakat.
"Ribuan peserta, official, dewan hakim, dan masyarakat dari 12 kabupaten/kota di Riau akan hadir di Kuantan Singingi. Kondisi ini tentu memberikan peluang bagi sektor perhotelan, penginapan, rumah makan, transportasi, usaha cenderamata, hingga berbagai usaha masyarakat lainnya untuk berkembang," ujar Zulkifli Syukur di Kantor LPTQ Provinsi Riau, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, MTQ juga menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada para tamu yang hadir. Selain itu, sejumlah infrastruktur pendukung, seperti akses jalan dan fasilitas umum, turut mendapat perhatian guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Dampak ekonomi tersebut diyakini semakin terasa melalui penyelenggaraan bazar dan pameran yang melibatkan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Kegiatan ini akan menjadi etalase produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
"Bazar dan stand pameran akan menjadi wadah promosi produk unggulan masing-masing daerah. Masyarakat juga dapat memanfaatkan momentum ini untuk menawarkan berbagai produk dan jasa sehingga perputaran ekonomi selama MTQ meningkat," jelasnya.
Pelaksanaan MTQ tahun ini juga akan menghadirkan nuansa berbeda dengan disinergikannya kegiatan tersebut bersama tradisi budaya khas Kuantan Singingi, yakni Pacu Jalur.
"Kolaborasi antara syiar Al-Qur'an dan pelestarian budaya daerah melalui Pacu Jalur diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun tamu yang hadir," tambah Zulkifli.
Ia menilai perpaduan antara kegiatan keagamaan dan budaya lokal akan memperluas dampak positif penyelenggaraan MTQ, baik dalam memperkuat syiar Islam, mempromosikan budaya daerah, maupun meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Provinsi Riau, Muhammad Tawwaf, menyebut sinergi MTQ dan Pacu Jalur merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya serta potensi ekonomi Kuantan Singingi kepada peserta dan tamu dari berbagai daerah.
"Kami berharap pelaksanaan MTQ tidak hanya sukses dari sisi syiar dan perlombaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Dengan hadirnya ribuan peserta dan pengunjung, sektor UMKM, perdagangan, jasa, hingga pariwisata daerah diharapkan semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat," pungkasnya.
Pelaksanaan MTQ XLIV Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas daerah, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta memperkenalkan kekayaan budaya Riau kepada khalayak yang lebih luas.[rr/mcr]