Korban Longsor di Inhil Terima Bantuan Sembako


Sabtu, 20-6-2026


Korban Longsor di Inhil Terima Bantuan Sembako

TEMBILAHAN -- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak bencana tanah longsor di Kelurahan Enok, Kecamatan Enok, serta Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah.


Kepala BPBD Inhil, R Arliansyah, Jumat (19/6/2026), mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabencana. Sebelumnya, bantuan juga telah disalurkan oleh Dinas Sosial dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Inhil.


Di Kelurahan Enok, bantuan diserahkan melalui Lurah Enok, Martilah, untuk empat kepala keluarga yang terdampak longsor. Bantuan yang diberikan berupa beras, gula, ikan kaleng, mi instan, minyak goreng, susu, dan teh.


Sementara itu, di Kuala Enok, bantuan diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Kuala Enok dan disalurkan kepada 20 kepala keluarga terdampak.


“Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan,” ujar Arliansyah.


Ia menambahkan, hingga saat ini pemerintah masih melakukan pendataan terkait tingkat kerusakan rumah warga akibat longsor. Karena itu, bantuan untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan ringan maupun berat masih menunggu hasil verifikasi lebih lanjut.


Penyaluran bantuan di kedua lokasi turut disaksikan unsur pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Sementara itu, personel BPBD Inhil masih disiagakan di wilayah terdampak guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.


BPBD juga terus berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan kelurahan untuk memantau kondisi lapangan serta memastikan kebutuhan warga dapat terpenuhi.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tanah di lokasi masih berpotensi mengalami pergerakan,” katanya.


Sebelumnya, tanah longsor terjadi di Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, pada Selasa (16/6/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan belasan rumah terdampak, dengan beberapa di antaranya amblas ke sungai dan lainnya mengalami kerusakan berat maupun ringan.


Longsor kembali terjadi di kawasan yang sama pada Kamis (18/6/2026), mengakibatkan enam rumah warga dan dua lapak usaha mengalami kerusakan.


Selain di Kuala Enok, bencana serupa juga terjadi di Kecamatan Enok pada Rabu (17/6/2026). Sebanyak empat rumah warga mengalami kerusakan akibat longsor. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut berdampak pada empat kepala keluarga yang harus menghadapi kerusakan tempat tinggal mereka.


Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak guna memastikan keselamatan warga serta meminimalkan risiko bencana susulan.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT