Wawako Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Tekan Ketergantungan Beras


Kamis, 13-8-2026


Wawako Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Tekan Ketergantungan Beras
Wakil WalikotaH Markarius Anwar ST M.Arch.

PEKANBARU--Pemerintah Kota Pekanbaru mendorong pengembangan komoditas pangan lokal sebagai salah satu upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras.


Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan sejumlah komoditas seperti jagung dan ubi berpotensi dikembangkan secara lebih luas. Namun, komoditas yang dipilih perlu disesuaikan dengan nilai ekonomi agar menarik bagi masyarakat untuk membudidayakannya.


“Kita di Pekanbaru ini, kira-kira komoditas apa yang bisa dikembangkan secara masif untuk penguatan bahan pangan lokal. Misalnya jagung atau ubi,” kata Markarius, Rabu (12/8/2026).


Menurutnya, potensi pangan lokal perlu dihitung secara matang, terutama dari sisi nilai ekonomis dan peluang pasarnya. Dengan demikian, masyarakat memiliki alasan yang kuat untuk mengembangkan tanaman pangan tersebut.


Markarius menilai penguatan pangan lokal penting karena kebutuhan beras Pekanbaru selama ini masih banyak bergantung pada pasokan dari daerah penghasil di provinsi tetangga.


Ia bahkan mendorong agar sebagian konsumsi masyarakat secara bertahap dapat dialihkan ke pangan nonberas yang berasal dari komoditas lokal.


“Nanti kita bisa membuat gerakan satu kali makan bisa diganti dengan olahan pangan lokal, sehingga kita bisa mengurangi ketergantungan dengan beras yang tiap waktu ini naik terus harganya,” ujarnya.


Selain memperkuat ketahanan pangan, pengembangan komoditas lokal dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan masyarakat.


Markarius menyebut masih terdapat lahan kosong di wilayah Pekanbaru yang berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Lahan tersebut, menurutnya, dapat dioptimalkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan masyarakat.


“Jadi kalau masyarakat mau menanam, kemudian kita bisa memenuhi seluruh kebutuhan lokal, tentu kesejahteraan bisa meningkat,” tegasnya.


Untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia, pemerintah daerah akan mengoptimalkan dukungan melalui Dinas Pertanian. Bantuan sarana pertanian dan peminjaman alat pertanian menjadi salah satu bentuk intervensi yang dapat diberikan kepada masyarakat.


“Kita dari pemerintah melalui Dinas Pertanian tinggal memberikan bantuan, meminjamkan alat pertanian, sehingga masyarakat mau bercocok tanam dan seluruh lahan kosong bisa ditanami,” tutup Markarius.


Pengembangan pangan lokal tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat melalui peningkatan aktivitas pertanian di dalam kota.[rr/pgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT