CKG Pekanbaru Ungkap Diabetes dan Hipertensi Dominasi Temuan Penyakit Warga


Senin, 17-8-2026


CKG Pekanbaru Ungkap Diabetes dan Hipertensi Dominasi Temuan Penyakit Warga

PEKANBARU--Penyakit diabetes melitus (DM) dan hipertensi menjadi temuan yang paling banyak ditemukan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Pekanbaru.


Hingga pertengahan Agustus 2026, program pemeriksaan kesehatan gratis tersebut telah diakses lebih dari 250 ribu warga. Program ini digencarkan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sejak dini sekaligus menekan angka kesakitan di wilayah tersebut.


Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan dari ratusan ribu warga yang telah menjalani pemeriksaan, tidak ditemukan indikasi penyakit langka.


"Penyakit yang paling banyak itu diabetes melitus (DM) dan hipertensi. Yang langka tidak ada kita temukan," ujar Dedy Sambudi, Minggu (16/8/2026).


Untuk memperluas akses masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melaksanakan program skrining kesehatan tersebut melalui 21 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pekanbaru.


Selain memanfaatkan fasilitas kesehatan milik pemerintah, Dinas Kesehatan juga menggandeng sejumlah fasilitas kesehatan swasta dan instansi terkait. Pelaksanaan di lapangan turut melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) serta perguruan tinggi.


Sementara itu, Dedy menjelaskan bahwa pemeriksaan HIV/AIDS tidak termasuk dalam paket pelayanan CKG. Menurutnya, pemeriksaan HIV/AIDS merupakan pemeriksaan khusus yang dilakukan melalui mekanisme tersendiri sesuai ketentuan medis.


"Untuk program CKG tidak termasuk pemeriksaan HIV/AIDS. Itu pemeriksaan khusus dan dilakukan secara khusus," jelasnya.


Meski tidak menjadi bagian dari pemeriksaan CKG, penanggulangan HIV/AIDS tetap menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru. Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru terus berkoordinasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau.


Upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS juga dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi, khususnya di sektor pendidikan. Program tersebut menyasar pelajar mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). [rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT