Kue Talam Ketan Durian Disiapkan Jadi Ikon Kuliner Kota Pekanbaru


Jumat, 12-6-2026


Kue Talam Ketan Durian Disiapkan Jadi Ikon Kuliner Kota Pekanbaru

PEKANBARU--Pemerintah Kota Pekanbaru terus mendorong pengembangan kuliner lokal sebagai identitas daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjadikan kue talam ketan durian sebagai sajian penyambutan khas (welcome food) bagi tamu yang berkunjung ke Kota Pekanbaru.


Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama tentang penguatan kue talam ketan durian sebagai produk unggulan UMKM dan sajian penyambutan khas Kota Pekanbaru. Kesepakatan itu ditandatangani oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Pekanbaru serta pelaku usaha oleh-oleh terbesar di Riau.


Penandatanganan disaksikan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar di Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Kamis (11/6/2026).


Wali Kota Agung Nugroho mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan identitas kuliner khas Pekanbaru sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM lokal.


“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menjadikan kue talam ketan durian sebagai sajian penyambutan di lingkungan Pemko Pekanbaru, hotel-hotel, hingga bandara. Ini menjadi langkah nyata untuk mengangkat produk UMKM sekaligus memperkuat identitas kuliner daerah,” ujarnya.


Menurut Agung, selama ini Pekanbaru belum memiliki kuliner yang benar-benar dikenal luas sebagai ikon kota. Karena itu, kue talam ketan durian dipilih untuk diperkenalkan secara lebih masif kepada masyarakat maupun wisatawan.


Ia menilai produk tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi oleh-oleh khas yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat serta membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM.


Selain memperkuat promosi di tingkat lokal, Pemko Pekanbaru juga berupaya mengenalkan kuliner khas daerah ke tingkat internasional. Salah satunya melalui pengajuan proposal kepada Michelin Guide sebagai bagian dari promosi destinasi dan kuliner Kota Pekanbaru.


Agung mengungkapkan, berbagai uji coba yang dilakukan menunjukkan bahwa kue talam ketan durian memiliki cita rasa khas tanpa aroma durian yang terlalu menyengat sehingga dapat diterima oleh berbagai kalangan.


Bahkan, sajian tersebut telah diperkenalkan kepada sejumlah tamu penting, termasuk istri Wakil Presiden Republik Indonesia dan anggota Seruni Kabinet Merah Putih saat berkunjung ke Pekanbaru.


“Mereka memberikan respons yang sangat positif dan bahkan ingin membawa kue talam ketan durian sebagai oleh-oleh,” ungkapnya.


Ke depan, kue talam ketan durian akan menjadi sajian penyambutan bagi tamu-tamu penting yang datang ke Pekanbaru. Untuk mendukung promosi UMKM, pemerintah juga mendorong setiap hotel menyediakan pojok Dekranasda yang menampilkan berbagai produk unggulan daerah.


Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru, Pemko Pekanbaru juga akan menggelar Festival Kue Talam Ketan Durian Terpanjang di Dunia yang dijadwalkan berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman pada 21 Juni 2026. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pelaku usaha oleh-oleh lokal sebagai bentuk komitmen bersama dalam memajukan produk UMKM Kota Pekanbaru.


“Ini adalah langkah bersama untuk menjadikan produk UMKM lokal semakin dikenal dan menjadi kebanggaan masyarakat Pekanbaru,” pungkas Agung. [rr/prokopim]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT