Kukerta UNRI 2026 Ajak Warga Desa Sungai Batang Hidup Sehat Lewat Senam dan Edukasi Probiotik Tepache


Senin, 6-7-2026


Kukerta UNRI 2026 Ajak Warga Desa Sungai Batang Hidup Sehat Lewat Senam dan Edukasi Probiotik Tepache

BENGKALIS--Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 menggelar kegiatan Senam Sehat Bersama dan Edukasi Minuman Probiotik Tepache di Desa Sungai Batang, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat sekaligus memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah kulit nanas menjadi minuman probiotik yang bernilai kesehatan dan ekonomi.


Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI 2026 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rina Susanti SSos MSi.


Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat yang diikuti secara antusias oleh ibu-ibu dan anak-anak Desa Sungai Batang. Selain mendorong masyarakat membiasakan aktivitas fisik, senam bersama juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara mahasiswa Kukerta dan warga setempat.


Setelah senam, mahasiswa memberikan edukasi mengenai probiotik tepache, yaitu minuman fermentasi yang diolah dari kulit nanas. Dalam sesi ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai manfaat probiotik bagi kesehatan pencernaan sekaligus praktik pembuatan tepache sebagai bentuk pemanfaatan limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.


Melalui inovasi tersebut, masyarakat didorong untuk mengolah limbah kulit nanas menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan serta memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan yang bernilai ekonomis.


Program ini dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI, yakni Wulan Kartika Sari, Muhammad Baihaqi, Anisa Fitriani, Syukri Hidayat, Alfatonah, Nur Rahma Safitri, Suci Puspita Dewi, Rista Juita Manurung, Marito Aktavia Silitonga, dan Mohammad Faiz Anugrah. Bersama DPL Rina Susanti SSos MSi, mereka berkomitmen menghadirkan program yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat setelah masa Kukerta berakhir.


Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari senam sehat hingga sesi edukasi dan diskusi mengenai probiotik tepache.


Salah seorang warga, Ibu Yeyen, mengaku memperoleh pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.


"Kami senang sekali dengan kegiatan ini. Semoga tidak berhenti setelah Kukerta selesai. Harapan kami, masyarakat bisa terus membuat probiotik tepache sendiri karena selain baik untuk kesehatan, siapa tahu nantinya juga bisa menjadi tambahan penghasilan untuk warga desa," ujarnya.


Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI 2026 berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutan. Pengolahan limbah kulit nanas menjadi minuman probiotik diharapkan dapat mengurangi limbah organik serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Sungai Batang.


Melalui program ini, Kukerta Berdampak Universitas Riau menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan desa. [rls]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT