Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Ubah Limbah Kulit Nanas Menjadi Minuman Probiotik Tepache di Desa Koto Tibun


Senin, 6-7-2026


Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Ubah Limbah Kulit Nanas Menjadi Minuman Probiotik Tepache di Desa Koto Tibun

KAMPAR--Inovasi kreatif ditunjukkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 di Desa Koto Tibun, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Melalui program bertajuk Teman Sehat (TEpache MANfaat SEHAT), mereka berhasil mengolah limbah kulit nanas yang selama ini hanya menjadi sampah menjadi minuman fermentasi probiotik bernama Tepache.


Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang menggabungkan edukasi kesehatan, pengelolaan limbah organik, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.


Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI yang terdiri dari Teguh Wisra, Emia Aulia, Yenisha Fevasliska, Nurul Hasanah, Sely Sahsadita, Muhammad Farhan, Delon Safindo, Helena Hutagaol, Rezaldi Hakim, Alifah Ayu, dan Griselda Nabila di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Resdati SSos MSi.


Melihat melimpahnya hasil panen nanas di Desa Koto Tibun, para mahasiswa menilai limbah kulit nanas memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Selama ini kulit nanas umumnya dibuang begitu saja, padahal dapat dimanfaatkan menjadi minuman fermentasi yang menyehatkan sekaligus memiliki nilai jual.


Tepache merupakan minuman fermentasi tradisional yang berasal dari Meksiko dan telah dikenal sejak masa peradaban suku Aztec. Minuman ini dibuat dari kulit nanas yang difermentasi selama dua hingga tiga hari hingga menghasilkan cita rasa segar dengan sensasi soda alami.


Koordinator program, Sely Sahsadita, menjelaskan bahwa Tepache memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena mengandung bakteri baik hasil proses fermentasi.


"Ini luar biasa karena kita tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menghasilkan minuman yang kaya manfaat. Tepache mengandung bakteri baik seperti Lactobacillus yang membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh," ujarnya.


Menurut Sely, Tepache juga merupakan probiotik alami karena mikroorganisme yang terbentuk selama fermentasi masih hidup dan aktif.


"Hasil berbagai penelitian juga menunjukkan Tepache memiliki sifat antibakteri dan antijamur berkat penggunaan rempah-rempah seperti kayu manis, jahe, dan cengkeh. Selain itu, proses fermentasi turut meningkatkan kualitas gizi kulit nanas sehingga kandungan nutrisinya menjadi lebih baik," tambahnya.


Ia berharap inovasi tersebut tidak hanya menjadi solusi dalam mengurangi limbah organik, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Koto Tibun.


"Kami ingin masyarakat dapat memanfaatkan potensi lokal ini menjadi produk bernilai ekonomi sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga," katanya.


Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa Kukerta memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK mengenai proses pembuatan Tepache. Kulit nanas terlebih dahulu dicuci hingga bersih, kemudian dimasukkan ke dalam wadah kaca steril bersama larutan gula aren, air, serta rempah-rempah seperti kayu manis, jahe, dan cengkeh. Selanjutnya campuran tersebut difermentasi selama tiga hari dengan wadah yang ditutup menggunakan kain agar proses fermentasi berlangsung secara alami.


Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Ketua PKK Dusun Tibun Tonang, Sri Wulandari, S.Psi., mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.


"Sosialisasi hari ini sangat bagus dan menambah wawasan kami. Sebelumnya kami belum pernah mendapat pelatihan tentang fermentasi, sehingga ini benar-benar menjadi ilmu baru bagi ibu-ibu di sini. Kami jadi tahu bahwa kulit nanas yang biasanya dibuang ternyata bisa diolah menjadi minuman yang bermanfaat. Insyaallah nanti akan kami coba praktikkan sendiri di rumah," ungkapnya.


Melalui program Teman Sehat (TEpache MANfaat SEHAT), mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI berharap Desa Koto Tibun dapat memiliki produk unggulan berbasis potensi lokal yang ramah lingkungan, menyehatkan, sekaligus mampu meningkatkan nilai tambah komoditas nanas dan memperkuat ekonomi masyarakat desa. [Dayat]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT