Pemkab Meranti dan Konsulat Malaysia Perkuat Kerja Sama, Buka Peluang Kerja hingga Pasar Produk Lokal


Minggu, 12-7-2026


Pemkab Meranti dan Konsulat Malaysia Perkuat Kerja Sama, Buka Peluang Kerja hingga Pasar Produk Lokal

MERANTI--Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus memperkuat hubungan strategis dengan Malaysia melalui audiensi bersama Konsulat Malaysia di Pekanbaru. Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari ketenagakerjaan, pendidikan, perdagangan, hingga penguatan kawasan perbatasan.


Audiensi yang berlangsung di Aula Kantor PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (9/7/2026), dipimpin Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar bersama Wakil Bupati Muzamil Baharudin SM MM. Pertemuan itu turut dihadiri Konsul Malaysia di Pekanbaru Muhammad Husni Sahiran bin Ismail, Atase Imigrasi Konsulat Malaysia Pekanbaru Khushaima binti Syed Abdul Rahman, serta jajaran perangkat daerah Pemkab Meranti.


Bupati Asmar menyampaikan bahwa letak geografis Kepulauan Meranti yang berbatasan langsung dengan Malaysia, khususnya wilayah Johor, merupakan peluang besar untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan.


"Kedekatan geografis, sejarah, budaya, dan bahasa menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan kedua wilayah. Kami ingin masyarakat Meranti mendapatkan peluang kerja yang legal, akses perdagangan yang lebih luas, serta pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ujar Asmar.


Salah satu agenda utama yang dibahas adalah penguatan tata kelola penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pemkab Meranti berkomitmen mendorong masyarakat bekerja melalui jalur resmi agar memperoleh perlindungan hukum, jaminan keselamatan, dan kesejahteraan yang lebih baik.


Selain sektor ketenagakerjaan, kedua pihak juga membahas peluang perdagangan. Pemkab Meranti memperkenalkan sejumlah komoditas unggulan daerah seperti sagu, kelapa, kopi liberika, karet, pinang, serta hasil perikanan yang berpotensi dipasarkan ke Malaysia.


Di bidang pendidikan, Pemkab Meranti mendorong kerja sama pendidikan vokasi dengan institusi di Malaysia untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing generasi muda daerah.


Wakil Bupati Muzamil Baharudin mengatakan masih banyak pekerja migran asal Meranti yang bekerja di Malaysia melalui jalur nonprosedural. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan berbagai persoalan, seperti kurangnya perlindungan hukum, potensi eksploitasi, serta minimnya jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.


"Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pelatihan dan sertifikasi agar masyarakat dapat menjadi tenaga kerja terampil dengan perlindungan yang lebih baik," kata Muzamil.


Sementara itu, Konsul Malaysia di Pekanbaru Muhammad Husni Sahiran bin Ismail menyambut positif berbagai peluang kerja sama yang ditawarkan Pemkab Meranti.


Menurutnya, sektor ketenagakerjaan memiliki potensi besar untuk dikembangkan, termasuk peluang bagi tenaga kesehatan asal Meranti untuk bekerja di Malaysia melalui mekanisme resmi dan profesional.


Selain itu, Konsulat Malaysia juga membuka peluang kerja sama pendidikan melalui program beasiswa di sejumlah perguruan tinggi Malaysia.


"Kami membuka peluang beasiswa bagi calon mahasiswa dari Kepulauan Meranti. Pemerintah daerah dapat menginventarisasi calon peserta untuk mengikuti proses seleksi," ujar Husni.


Ia juga menyatakan kesiapan Konsulat Malaysia dalam membantu membuka akses pemasaran produk unggulan Meranti melalui kerja sama dengan mitra usaha di Malaysia.


Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama melalui komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif.


Pemkab Kepulauan Meranti dan Konsulat Malaysia berharap kerja sama tersebut dapat diwujudkan dalam program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta semakin mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia.[rr/mgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT