Penanganan Karhutla Siak Tetap Berjalan Saat Bupati Ikut Diklat Lemhannas


Minggu, 6-9-2026


Penanganan Karhutla Siak Tetap Berjalan Saat Bupati Ikut Diklat Lemhannas
Bupati Siak Dr Afni Zulkifli MSi.

JAKARTA--Pendidikan di Lemhannas tidak membuat Bupati Siak Dr Afni Zulkifli MSi melepas perhatian terhadap kondisi masyarakatnya. Di sela mengikuti Pendidikan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Lemhannas Angkatan IV Tahun 2026 di Jakarta, Afni tetap memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kondisi kualitas udara di Kabupaten Siak.


Memasuki hari kedua pendidikan, Afni bersama sejumlah kepala daerah dari berbagai daerah di Indonesia mendapatkan materi penguatan karakter kebangsaan. Salah satu momen yang berkesan baginya adalah ketika jasa Sultan Siak, Tuanku Sultan Syarif Kasim II, turut disampaikan oleh pemateri di hadapan para peserta.


Di tengah kegiatan pendidikan dan pertemuan dengan sejumlah narasumber, termasuk Ketua KPK RI, perhatian Afni tetap tertuju kepada kondisi di Siak. Jajaran Pemkab Siak terus diminta menyampaikan laporan kondisi lapangan dan memperbarui informasi kualitas udara kepada masyarakat secara terbuka.


“Saya minta update terus ISPU dengan data sejujur-jujurnya. Setiap hari di-update per kecamatan. Per tanggal 4 September 2026 pukul 15.00 WIB, seluruh kecamatan se-Kabupaten Siak terpantau dalam kondisi tidak sehat. Dari data inilah diambil berbagai langkah cepat dan tepat,” ungkap Afni.


“Bapak Wakil Bupati memimpin langsung di lapangan sementara saya masih pendidikan. Terima kasih Forkopimda yang tetap menjaga koordinasi dan komunikasi untuk menjaga Siak kita,” tambahnya.


Afni menyebutkan, sumber asap Karhutla tidak hanya berasal dari titik api di Siak, tetapi juga dipengaruhi kebakaran di luar daerah, termasuk asap dari provinsi tetangga yang terbawa angin ke wilayah Riau.


Di Siak, titik api di Kecamatan Mempura telah padam. Sementara itu, kebakaran di Kecamatan Sungai Mandau memasuki tahap pendinginan, sedangkan dua titik api di Kecamatan Dayun masih dalam proses pemadaman.


Atas kondisi tersebut, Afni menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak asap Karhutla.


“Dengan segala kerendahan hati saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan masyarakat. Saya yakin di mana pun firespot berada, semua tim satgas sedang berjuang memadamkannya,” ujar Afni.


Bupati perempuan pertama di Siak itu juga memastikan layanan kesehatan tetap disiagakan di seluruh Pustu dan RSUD. Afni meminta Ketua TP PKK Siak menggerakkan kader PKK dan Posyandu untuk membantu melayani masyarakat rentan yang terdampak asap.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski sejumlah titik api telah berhasil dikendalikan. Terlebih, sekitar 60 persen wilayah Siak merupakan lahan gambut yang rawan terbakar saat cuaca ekstrem.


“Kebakaran api memang sudah terkendalikan dan tinggal proses pendinginan. Namun saya minta kita semua tidak lengah. Jaga wilayah masing-masing. Saling mengingatkan, saling mengawasi. Jangan buka lahan dengan cara dibakar, apalagi jika di lahan gambut,” katanya.


Afni turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Satgas Provinsi Riau yang mengerahkan helikopter water bombing untuk membantu pemadaman di kawasan hutan.


“Titik api di Dayun yang berulang berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan. Karena itu saya sudah berkomunikasi dengan Sekjen Kemenhut, Dirjen Perhutanan Sosial dan Kepala BKSDA Riau. Kami Pemda siap berkolaborasi bersama,” ungkapnya.


Sementara itu, untuk kebakaran di kawasan HGU, Pemkab Siak akan melaporkannya kepada Kementerian ATR/BPN. Terhadap dugaan pelanggaran hukum, Afni menegaskan Pemkab Siak memberikan dukungan penuh terhadap proses penegakan hukum yang dilakukan Polres Siak.


Bagi Afni, menjaga Siak dari ancaman Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dengan luas wilayah mencapai 782.181 hektare atau hampir 13 kali luas DKI Jakarta, keselamatan masyarakat dan lingkungan membutuhkan kesadaran kolektif.


“Di tengah cuaca ekstrem dan masih masifnya ekspansi sawit pada wilayah kawasan, tantangan kita jelas tidak mudah. Butuh kesadaran kolektif, kolaborasi dan dukungan bersama menjaga Siak kita tercinta,” ucap Afni.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT