Ratusan Personel Gabungan dan Tiga Helikopter Berhasil Kendalikan Karhutla Seluas 80 Hektare di Bengkalis


Minggu, 19-7-2026


Ratusan Personel Gabungan dan Tiga Helikopter Berhasil Kendalikan Karhutla Seluas 80 Hektare di Bengkalis

BENGKALIS--Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan perbatasan Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, dan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Memasuki hari ketiga penanganan, Jumat (17/7/2026), luas lahan yang terbakar di Jalan Tangkahan Tegar Ujung Canal Atiam diperkirakan mencapai 80 hektare.


Menindaklanjuti kondisi tersebut, tim gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api. Sejak pukul 09.00 WIB, personel mulai melakukan upaya pemadaman di lokasi yang terdampak.


Sebanyak 117 personel yang terdiri dari Polres Bengkalis, Polsek Pinggir, Polsek Mandau, Koramil 03 Mandau, Manggala Agni Daops Dumai, Siak dan Pekanbaru, BPBD, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama-sama melakukan penanganan karhutla.


Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan, operasi terpadu tersebut dilakukan dengan mengedepankan sinergi antarinstansi. Menurutnya, penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api di permukaan, tetapi juga memastikan proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh.


"Fokus utama tim di lapangan tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan pendinginan total untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan dapat memicu kebakaran kembali," ujar Fahrian, Sabtu (18/7/2026).


Ia menjelaskan, kondisi lahan yang didominasi semak belukar dan kebun kelapa sawit terlantar menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Selain itu, karakteristik tanah gambut yang mudah terbakar serta kondisi cuaca turut mempercepat penyebaran api.


Dalam proses pemadaman, petugas memanfaatkan sumber air dari kanal terdekat. Tim juga mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya delapan unit mini striker, satu unit mesin Shibaura, serta puluhan rol selang untuk menjangkau titik-titik api.


"Tim melakukan penyemprotan di titik-titik yang dianggap rawan dan melakukan pengepungan dari jalur darat untuk melokalisasi area kebakaran," jelas Fahrian.


Selain upaya pemadaman dari darat, penanganan karhutla juga mendapat dukungan dari udara. Sebanyak tiga unit helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu memadamkan titik api, terutama pada area gambut yang sulit dijangkau personel.


Di tengah proses pemadaman, personel Polres Bengkalis juga melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Petugas melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, mengumpulkan dokumentasi, memetakan titik hotspot, serta meminta keterangan sejumlah saksi.


"Hingga saat ini, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab atas lahan tersebut," kata Fahrian.


Operasi pendinginan hari ketiga berakhir sekitar pukul 17.00 WIB setelah api utama berhasil dikendalikan. Meski demikian, petugas masih melakukan pemantauan terhadap sisa asap dan potensi munculnya titik api baru.


AKBP Fahrian mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat menyebabkan kerusakan lingkungan serta berpotensi menimbulkan sanksi hukum.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT