Portal Berita Online

MERANTI--Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bergerak cepat menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait kemudahan akses keberangkatan menuju Malaysia. Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar, memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait guna mencari solusi atas tingginya biaya perjalanan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, khususnya warga Kecamatan Rangsang.
Rapat koordinasi berlangsung di Ruang Rapat Bupati Kepulauan Meranti, Senin (27/7/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Selatpanjang Dendi Surya Agung Nugraha, Kepala KSOP Selatpanjang Derita Di Prasetyo, Manager Operasional Pelindo Selatpanjang Bruri Sumantri, para asisten Sekretariat Daerah, Plt Kepala Dinas Kominfotik Sukri, Kepala Dinas Perhubungan Fahri, Kabag Hukum Setda, serta sejumlah pejabat terkait.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai kendala yang dihadapi masyarakat Meranti yang melakukan perjalanan maupun bekerja di Malaysia, terutama terkait akses transportasi dan tingginya biaya keberangkatan.
Bupati Asmar menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan solusi yang memudahkan masyarakat dengan tetap memperhatikan aturan hukum dan aspek keselamatan pelayaran.
"Kita ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat Meranti yang ingin berangkat ke Malaysia, namun tetap sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Asmar.
Selama ini, masyarakat dari Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, harus menuju Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Kondisi tersebut menyebabkan biaya perjalanan meningkat, bahkan sebagian warga harus menginap satu malam sebelum keberangkatan.
Menjawab persoalan tersebut, pemerintah daerah membahas sejumlah alternatif, salah satunya mendorong kapal internasional rute Selatpanjang-Malaysia agar dapat singgah di Tanjung Samak untuk mengangkut penumpang.
Selain itu, pemerintah juga mengusulkan penambahan armada dan pengaturan jadwal keberangkatan agar masyarakat dari Kecamatan Rangsang dan wilayah sekitarnya memperoleh akses transportasi yang lebih efisien.
Kepala Kantor Imigrasi Selatpanjang, Dendi Surya Agung Nugraha, menyatakan pihaknya siap mendukung langkah pemerintah daerah melalui pelayanan keimigrasian yang optimal bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala KSOP Selatpanjang, Derita Di Prasetyo, mengatakan pihaknya akan mengkaji berbagai kemungkinan agar masyarakat Tanjung Samak dapat memiliki akses keberangkatan langsung menuju Malaysia tanpa harus melalui Pelabuhan Tanjung Harapan.
Menurutnya, rencana tersebut masih membutuhkan koordinasi lintas instansi sebelum dapat direalisasikan.
Selain solusi jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti juga terus memperjuangkan peningkatan status dan pelayanan pelabuhan di wilayah Rangsang. Usulan pengembangan pelabuhan internasional di kawasan tersebut telah diajukan dan masih menunggu proses perizinan dari pemerintah pusat.
Jika terealisasi, keberadaan pelabuhan internasional di Rangsang diyakini dapat memperkuat konektivitas transportasi laut, meningkatkan mobilitas masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas peningkatan fasilitas Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang. Manager Operasional Pelindo Selatpanjang, Bruri Sumantri, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan fasilitas, termasuk ruang tunggu penumpang, untuk meningkatkan kenyamanan pelayanan.
Peningkatan kualitas layanan pelabuhan diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan arus penumpang, serta memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan pelabuhan.
Bupati Asmar menegaskan, Pemkab Kepulauan Meranti akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar setiap aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan solusi yang nyata.
"Yang paling penting, masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang mudah, aman, dan sesuai aturan," pungkasnya.[rr/mgi]