10 Hektare Lahan Terbakar di Dayun, Manggala Agni Kejar Penyekatan Tersisa 200 Meter


Sabtu, 29-8-2026


10 Hektare Lahan Terbakar di Dayun, Manggala Agni Kejar Penyekatan Tersisa 200 Meter
Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau.

SIAK--Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak Kementerian Kehutanan kembali melanjutkan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, Kamis (27/8/2026).


Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak, Ihsan Abdillah, mengatakan pemadaman pada Kamis merupakan hari kedua penanganan Karhutla di lokasi tersebut. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.


“Luas area terbakar diperkirakan kurang lebih 10 hektare. Vegetasinya berupa sawit, pakis, dan semak belukar di lahan gambut milik masyarakat,” kata Ihsan, Kamis malam.


Ia menyebutkan, hingga Kamis masih ditemukan api aktif di sejumlah bagian lahan yang menimbulkan asap. Tim gabungan melakukan pemadaman secara langsung, terutama di area yang sebelumnya telah dilakukan penyekatan menggunakan alat berat.


Selain memadamkan titik api, tim juga melanjutkan proses penyekatan lahan. Saat ini, penyekatan yang tersisa sekitar 200 meter dan terus dikerjakan untuk mencegah api kembali meluas.


“Tim juga melanjutkan penyekatan. Saat ini tersisa sekitar 200 meter lagi untuk mencapai kondisi aman,” ujarnya.


Operasi penanganan Karhutla melibatkan unsur gabungan. Sebanyak 25 personel dari Manggala Agni dan BBKSDA Riau bersama BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, RPK perusahaan, camat dan perangkat Desa Dayun, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pengendalian kebakaran.


Penanganan Karhutla menjadi lebih menantang karena kebakaran terjadi di lahan gambut. Selain membakar permukaan, api juga ditemukan merambat pada lapisan bawah gambut sehingga membutuhkan pemadaman dan pemantauan secara berkelanjutan.


Ihsan mengatakan ketersediaan sumber air juga menjadi bagian penting dalam penanganan di lokasi. Saat ini, pembuatan embung untuk mendukung kebutuhan air pemadaman masih dalam proses.


“Kondisi cuaca sepanjang hari berawan dengan kecepatan angin sekitar 12 kilometer per jam,” jelasnya.


Dengan kondisi tersebut, tim gabungan terus melakukan pemadaman secara intensif sekaligus memperkuat penyekatan agar api tidak kembali meluas. Pemantauan juga dilakukan terhadap area gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.


“Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan api benar-benar terkendali dan mencegah munculnya kembali titik api di area yang telah dipadamkan,” jelasnya.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT