Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla di Bengkalis dan Rokan Hilir


Sabtu, 15-8-2026


Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla di Bengkalis dan Rokan Hilir

BENGKALIS--Tim gabungan Manggala Agni, TNI, Polri, dan BPBD terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda lahan gambut di Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hilir, Kamis (13/8/2026).


Operasi pemadaman yang memasuki hari keempat di Bengkalis dan hari kelima di Rokan Hilir menghadapi kendala berupa angin kencang yang berubah arah serta masih adanya titik api dan asap di lokasi kebakaran.


Di Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, tim gabungan memfokuskan pemadaman pada penyisiran titik asap yang mengarah ke bagian tengah lokasi kebakaran.


Kepala Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai, Alfarizi, mengatakan luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut mencapai sekitar 12 hektare.


"Petugas terus menyisir area terdampak untuk menahan laju penjalaran api di atas lahan Hutan Produksi Terbatas (HPT) tersebut. Pada hari keempat pemadaman, tim Manggala Agni berupaya melakukan penyisiran di area yang masih terlihat asap tebal mengarah ke tengah lokasi kebakaran," kata Alfarizi.


Dari sekitar 12 hektare lahan gambut yang ditumbuhi kelapa sawit dan semak belukar, tim pemadam darat baru berhasil memadamkan sekitar 4 hektare.


Untuk mempercepat penanganan, personel Manggala Agni dibagi menjadi enam kelompok dengan dukungan peralatan Mini Striker dan Max 3. Tim darat juga mendapat dukungan pemadaman dari udara menggunakan dua unit pesawat water bombing untuk menjangkau area yang sulit diakses.


Namun, kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.


"Di lokasi saat ini masih ditemukan titik asap maupun titik api. Angin sangat kencang dan berubah-ubah arah sehingga menghambat proses pemadaman," tutur Alfarizi.


Sementara itu, karhutla di Kepenghuluan Palika, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, memasuki hari kelima. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 50 hektare, sementara tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar 4 hektare.


Sebelum melakukan pemadaman darat, petugas terlebih dahulu melakukan pemantauan udara untuk memetakan arah penjalaran api. Tim kemudian melakukan pemetaan menggunakan drone untuk mengetahui kondisi dan sebaran titik kebakaran.


"Berdasarkan hasil pemantauan visual udara tersebut, strategi pemadaman langsung disusun dengan membagi personel ke dalam beberapa area kerja," jelas Alfarizi.


Personel dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan pemadaman di masing-masing sektor sekaligus menekan potensi penjalaran api.


Operasi pemadaman darat di Rokan Hilir mengandalkan pasokan air dari dua jalur parit dengan lebar sekitar dua meter dan kedalaman 1,5 meter. Tim mengerahkan tiga unit mesin Mini Striker, 25 rol selang penyalur, serta tandon air untuk membasahi lahan gambut yang terbakar hingga ke bagian bawah permukaan.


Hingga pemadaman dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB, kondisi karhutla di Rokan Hilir belum sepenuhnya terkendali. Petugas masih menemukan titik api dan kepulan asap tebal yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.


"Seluruh personel gabungan akan melanjutkan operasi pemadaman secara intensif hingga seluruh titik api benar-benar padam. Kondisi saat ini, kebakaran di lokasi masih belum dapat dikendalikan dan kegiatan pemadaman masih terus dilaksanakan," pungkas Alfarizi.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT