BPBD Inhil Salurkan Bantuan bagi Korban Abrasi di Desa Sungai Nyiur


Jumat, 17-7-2026


BPBD Inhil Salurkan Bantuan bagi Korban Abrasi di Desa Sungai Nyiur

INHIL--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak abrasi di Dusun II, Desa Sungai Nyiur, Kecamatan Tanah Merah.

Kepala BPBD Inhil, R Arliansyah, Kamis (16/7/2026), mengatakan bantuan disalurkan melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik bersama Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi sebagai bagian dari penanganan darurat bagi masyarakat terdampak.

"Bantuan sudah kami serahkan kemarin. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban warga yang terdampak akibat abrasi," kata Arliansyah.

Bantuan diberikan kepada sembilan kepala keluarga (KK) yang terdampak. Paket logistik yang disalurkan terdiri atas beras 5 kilogram, gula, ikan kaleng, mi instan, minyak goreng, susu, dan teh celup, masing-masing sebanyak sembilan paket.

"Penyaluran bantuan ini merupakan upaya BPBD untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak sambil menunggu penanganan lanjutan," ujarnya.

Abrasi terjadi pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB saat air laut surut, yang memicu pergerakan tanah di kawasan pesisir hingga menyebabkan retakan meluas ke permukiman warga.

Laporan kejadian diterima BPBD dari Kepala Desa Sungai Nyiur sekitar pukul 10.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen, membantu evakuasi, pembongkaran bangunan yang terdampak, serta pendataan korban.

Akibat abrasi tersebut, lima rumah warga mengalami kerusakan berat. Selain itu, satu rumah tahfiz, satu dermaga apung, jalan jerambah beton sepanjang sekitar 100 meter, serta satu unit sumur bor juga mengalami kerusakan.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sebanyak sembilan kepala keluarga dengan total 17 jiwa terdampak dan untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat.

Arliansyah mengatakan BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk penanganan lanjutan. Sejumlah kebutuhan mendesak yang masih diperlukan warga antara lain peralatan dapur, bahan kebutuhan pokok, perlengkapan tidur, perlengkapan mandi, serta AlQuran untuk menggantikan perlengkapan di rumah tahfiz yang rusak.

BPBD juga mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir agar tetap waspada terhadap potensi abrasi dan pergerakan tanah, terutama saat terjadi perubahan kondisi pasang surut air laut.[rr/mcr]
Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT