Cegah Karhutla Susulan, BPBD Inhil Buat Parit Lintang Sepanjang 600 Meter


Kamis, 10-9-2026


Cegah Karhutla Susulan, BPBD Inhil Buat Parit Lintang Sepanjang 600 Meter

TEMBILAHAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama tim gabungan terus melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) susulan di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan.


Salah satu langkah yang dilakukan yakni membuat parit lintang atau kanal blocking sepanjang 600 meter dengan lebar sekitar satu meter dan kedalaman dua meter di sekitar lokasi bekas kebakaran.


Meski api telah berhasil dipadamkan, kondisi lahan gambut di lokasi masih mengeluarkan asap tipis dari beberapa titik.


“Parit lintang ini dibuat untuk memblokir titik api agar tidak kembali menjalar. Walaupun api sudah padam, tapi beberapa titik masih ada kita lihat asap tipis,” kata Kepala BPBD Inhil, R Arliansyah, Rabu (9/9/2026).


Pembuatan parit lintang telah dimulai sejak 6 September 2026, saat karhutla masih berlangsung. Dalam pengerjaannya, satu unit alat berat milik Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Inhil dikerahkan ke lokasi.


Selain membuat parit lintang, BPBD Inhil melakukan normalisasi sejumlah parit, khususnya Parit 18 dan Parit 19 yang berada di sekitar lokasi karhutla.


Normalisasi tersebut dilakukan untuk memudahkan tim gabungan mendapatkan sumber air sekaligus membantu mengalirkan air ke kawasan yang didominasi lahan gambut.


“Tujuannya agar air lebih mudah didapat dan dialirkan sehingga lahan gambut bisa kembali basah. Ini penting untuk mencegah api muncul kembali dari bawah permukaan tanah,” jelas Arliansyah.


Arliansyah mengatakan, sejumlah personel BPBD masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran susulan. Peralatan pemadaman juga tetap disiagakan untuk mempercepat penanganan apabila kembali ditemukan titik api.


Karhutla di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, diketahui telah berlangsung sejak 27 Agustus 2026.


Lahan yang terbakar diperkirakan didominasi semak belukar, kawasan hutan, serta perkebunan milik warga. Kondisi lahan gambut yang kering dan minimnya sumber air menjadi kendala utama bagi tim gabungan saat melakukan pemadaman.


Dalam penanganan Karhutla tersebut, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan Damkar Inhil dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan penanganan di lokasi.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT