Portal Berita Online

PEKANBARU--Dalam upaya mewujudkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berkelas sekaligus meningkatkan dividen yang disumbangkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), Direktur PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) Perseroda, Dr H Haris Kampay, terus melakukan berbagai inovasi.
Salah satunya dengan menambah bidang usaha SPR yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Kantor SPR, Jalan Diponegoro Nomor 49, Pekanbaru, Senin (24/8/2026).
RUPSLB tersebut dihadiri Job Kurniawan yang mewakili Plt Gubernur Riau SF Hariyanto selaku pemegang saham terbesar SPR. Turut hadir Komisaris SPR Sri Irianto, Asisten Direktur Hariyono, Sekretaris SPR Hariyanto Karim, Tenaga Ahli (TA) Amirudin, Satuan Pengawas Internal (SPI) Bakri, serta Notaris Ira Asiska.
Dalam sambutannya, Haris Kampay mengatakan penambahan bidang usaha tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan dividen bagi PAD. Selain itu, langkah tersebut dilakukan untuk menangkap peluang bisnis yang berkembang dan belum tercakup dalam bidang usaha SPR selama ini.
“Jadi kita berupaya mengikuti perkembangan bisnis yang terjadi saat ini, yang belum ada dalam bidang usaha SPR selama ini,” ujar Haris.
Haris mencontohkan bidang pengelolaan dan pembuangan limbah atau sampah berbahaya yang dinilai memiliki potensi bisnis cukup besar saat ini. Bidang tersebut sebelumnya belum masuk dalam lingkup usaha SPR.
Menanggapi hal tersebut, Job Kurniawan yang juga menjabat Asisten II Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik inisiatif SPR untuk menambah bidang usaha sesuai dengan perkembangan dunia bisnis.
Menurut Job, kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini belum stabil. Karena itu, BUMD diharapkan mampu mencari solusi dan melakukan inovasi agar dapat meningkatkan kontribusi dividen terhadap PAD Riau.
“Sehingga BUMD diharapkan dapat mencari solusi dan inovasi sehingga dapat meningkatkan dividen yang akan disumbangkan bagi PAD Riau,” tegas Job.
Dalam RUPSLB yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, SPR menambah 20 bidang usaha. Di antaranya pembangkitan tenaga listrik dan sumber energi terbarukan, perdagangan besar beras, perdagangan besar buah-buahan, perdagangan besar sayur-sayuran, perdagangan besar minyak nabati, serta sejumlah bidang usaha lainnya.[Wan]