Portal Berita Online

PEKANBARU--Memasuki musim kemarau, tantangan petugas dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau semakin berat. Selain menghadapi luasnya area yang terbakar, tim di lapangan juga dihadapkan pada terbatasnya sumber air, serta arah angin yang berubah-ubah.
Hingga Senin (3/8/2026), Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera masih menangani empat titik kebakaran yang tersebar di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu.
Di Kabupaten Pelalawan, kebakaran terjadi di Kecamatan Kerumutan dengan estimasi luas terbakar sekitar 15 hektare yang telah memasuki hari kelima penanganan. Sementara satu titik lainnya berada di Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, dengan estimasi luas sekitar 10 hektare dan baru memasuki hari pertama pemadaman.
Adapun di Kabupaten Indragiri Hulu, kebakaran terjadi di Desa Paya Rambai, Kecamatan Siberida, dengan luas sekitar 1,5 hektare, serta di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, dengan estimasi luas mencapai 20 hektare.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan tantangan terbesar saat ini adalah semakin sulitnya memperoleh sumber air untuk mendukung proses pemadaman.
"Di hampir semua lokasi, kondisi air semakin sulit. Bahan bakar di lapangan sangat melimpah dan mudah terbakar, sementara arah angin berubah-ubah sehingga api mudah bergeser. Ini membuat proses pemadaman menjadi jauh lebih berat," kata Ferdian.
Menurutnya, kondisi paling sulit dialami tim yang bertugas di Desa Paya Rambai, Kecamatan Siberida. Terbatasnya sumber air membuat petugas harus memindahkan pompa setiap sekitar 30 menit agar tetap dapat menyedot air.
"Untuk mengatasi kondisi tersebut, kami juga mengerahkan satu alat berat guna membersihkan kanal sekaligus membuat embung sebagai tampungan air untuk mendukung proses pemadaman," ujarnya.
Menghadapi situasi tersebut, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera mulai menyiapkan penambahan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari sejumlah daerah.
"Kami sedang merancang penambahan pasukan BKO. Personel Manggala Agni dari Daops Siak, Pekanbaru, dan Jambi disiapkan untuk memperkuat pemadaman di lokasi-lokasi yang membutuhkan tambahan personel," ungkapnya.
Selain personel darat, operasi pemadaman juga didukung berbagai unsur lintas instansi serta operasi water bombing di sejumlah titik kebakaran.
Di sisi lain, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan untuk membantu menekan potensi meluasnya kebakaran. Pada Senin (3/8/2026), OMC melaksanakan dua sortie penerbangan. Sortie pertama menyasar wilayah Indragiri Hilir, Siak, dan Pelalawan, sedangkan sortie kedua diarahkan ke wilayah Bengkalis dan Dumai.
Ferdian memastikan operasi pemadaman akan kembali dilanjutkan pada Selasa (4/8/2026).
"Kami berharap dukungan seluruh pihak, termasuk doa masyarakat, agar personel di lapangan selalu diberikan keselamatan dan upaya pemadaman dapat segera mengendalikan seluruh titik kebakaran," tutupnya.[rr/mcr]