Pemprov Riau Tinjau Kelanjutan Jembatan Rumbio, Sekolah dan Candi Muara Takus Jadi Sorotan


Selasa, 27-10-2026


Pemprov Riau Tinjau Kelanjutan Jembatan Rumbio, Sekolah dan Candi Muara Takus Jadi Sorotan

PEKANBARU--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyoroti sejumlah persoalan pembangunan di Kabupaten Kampar, mulai dari kelanjutan proyek Jembatan Rumbio, kondisi fasilitas pendidikan SD 007 Sungai Agung, hingga pengembangan kawasan wisata sejarah Candi Muara Takus.


Ketiga persoalan tersebut dibahas dalam pertemuan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto bersama Bupati Kampar Ahmad Yuzar di Kantor Gubernur Riau, Senin (26/10/2026).


Dalam pertemuan itu, SF Hariyanto menegaskan bahwa aspirasi masyarakat perlu ditindaklanjuti melalui peninjauan dan perencanaan yang matang agar persoalan di daerah dapat dicarikan solusi.


Salah satu yang menjadi perhatian ialah pembangunan Jembatan Rumbio yang hingga kini belum rampung. Menurut SF Hariyanto, kondisi proyek tersebut perlu ditinjau secara menyeluruh, termasuk persoalan pembebasan lahan dan kebutuhan teknis lainnya.


“Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, jembatan ini mau diapakan? Kita review dulu semuanya, termasuk pembebasan lahan, nanti kita cek dan lihat ke sana, apa masukannya agar bisa diselesaikan,” ujarnya.


Bupati Kampar Ahmad Yuzar menjelaskan, pembangunan Jembatan Rumbio telah dimulai sejak 2019. Namun, pengerjaannya terhenti pada tahun pertama.


Hingga saat ini, sejumlah pekerjaan konstruksi telah dilakukan, di antaranya pembangunan lima titik pondasi dan satu sisi abutmen. Meski demikian, rangka jembatan belum tersedia sehingga proyek tersebut belum dapat diselesaikan.


Menindaklanjuti persoalan itu, Pemkab Kampar akan melakukan peninjauan kembali terhadap berbagai aspek yang dibutuhkan, termasuk pembebasan lahan, sesuai arahan Pemprov Riau.


Selain infrastruktur jembatan, kondisi SD 007 Sungai Agung juga menjadi perhatian setelah fasilitas pendidikan tersebut ramai diperbincangkan publik karena dinilai belum memadai.


Ahmad Yuzar menjelaskan, lokasi yang menjadi sorotan merupakan kelas jauh dari gedung sekolah induk. Keberadaan kelas tersebut, katanya, belum dilaporkan kepada pemerintah daerah sebelum persoalannya mencuat.


Setelah mengetahui kondisi di lapangan, pemerintah daerah langsung melakukan peninjauan dan menyiapkan langkah penanganan awal.


“Bentuk perhatian awal pemerintah, telah kami bangun dua ruang kelas dengan WC-nya, akhir tahun sudah bisa diresmikan,” kata Ahmad Yuzar.


Ia menambahkan, rencana pembentukan sekolah yang berdiri sendiri akan mempertimbangkan perkembangan jumlah murid. Dengan demikian, kebijakan yang diambil nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan masyarakat setempat.


Persoalan lain yang dibahas ialah pengembangan kawasan Candi Muara Takus, salah satu situs bersejarah yang memiliki nilai penting bagi Kabupaten Kampar.


SF Hariyanto meminta agar perencanaan pengembangan kawasan turut memperhatikan peningkatan akses jalan, termasuk jalur dari pintu keluar jalan tol menuju lokasi candi.


Menurutnya, kemudahan akses diharapkan dapat mendukung kunjungan masyarakat sekaligus membuka peluang pemanfaatan potensi ekonomi di sekitar kawasan bersejarah tersebut.


“Bikin perencanaannya untuk perbaikan jalannya, daerah sekitar Muara Takus juga dimanfaatkan, apakah bisa untuk UMKM atau tempat sembahyang, karena termasuk candi tertua juga,” ungkapnya.


Menanggapi arahan tersebut, Ahmad Yuzar menyebut kondisi jalan menuju Candi Muara Takus saat ini sudah cukup baik. Pemkab Kampar, lanjutnya, akan menindaklanjuti arahan gubernur dalam menyusun langkah pengembangan kawasan, termasuk peningkatan aksesibilitas dan pemanfaatan potensi di sekitarnya.


Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pembahasan kebutuhan pembangunan di Kabupaten Kampar, khususnya terkait penyelesaian infrastruktur, peningkatan fasilitas pendidikan, serta pengembangan kawasan bersejarah yang berpotensi mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT