Portal Berita Online

PEKANBARU--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) membagikan 1.000 bibit cabai gratis kepada masyarakat dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Jalan Durian, Pekanbaru, Rabu (2/9/2026).
Pembagian bibit tersebut menjadi salah satu upaya Pemprov Riau mendorong masyarakat memenuhi kebutuhan cabai secara mandiri sekaligus membantu mengendalikan inflasi dari tingkat rumah tangga.
Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau Zulkifli Syukur mengatakan, cabai merah merupakan salah satu komoditas pangan yang kerap memengaruhi pergerakan inflasi di Riau.
Karena itu, pemerintah mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam cabai dan memenuhi sebagian kebutuhan bumbu dapur keluarga.
"Kita tahu, komoditas cabai merah merupakan salah satu komponen musiman yang paling sering memicu lonjakan angka inflasi di Provinsi Riau. Melalui pembagian 1.000 bibit cabai ini, saya menantang dan mengajak masyarakat untuk menggalakkan gerakan menanam mandiri di pekarangan rumah masing-masing," kata Zulkifli.
Menurutnya, pemanfaatan lahan di sekitar rumah dapat membantu masyarakat menghemat pengeluaran sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan cabai dari luar daerah.
"Dengan menanam cabai di pekarangan, setidaknya masyarakat dapat menghemat kebutuhan bumbu keluarga. Kami sangat berharap masyarakat dapat merawat bibit cabai yang diterima hari ini dengan baik," ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PTPH Riau Supriadi mengatakan, pembagian 1.000 bibit cabai tersebut merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan.
"Ini adalah lanjutan pembagian bibit yang sebelumnya telah kita gelar di Stadion Utama Riau saat rangkaian Hari Jadi ke-69 Riau. Saat itu telah dibagikan sebanyak 10.000 bibit kepada masyarakat," ungkap Supriadi.
Ia berharap program tersebut dapat mendorong masyarakat mulai memanfaatkan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan cabai rumah tangga.
"Kita berharap upaya ini sebagai perangsang masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan perumahan skala pekarangan guna memenuhi kebutuhan cabai rumah tangga. Ini diharapkan menjadi gerakan bersama untuk mengatasi ketergantungan terhadap pasokan cabai dari luar Riau serta mengendalikan inflasi," pungkasnya.[rr/mcr]