Portal Berita Online

PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan status penanganan kebakaran lahan di Kota Pekanbaru telah turun dari tanggap darurat menjadi siaga darurat. Penurunan status tersebut seiring membaiknya kualitas udara dan terkendalinya kebakaran lahan setelah hujan mengguyur wilayah Pekanbaru dalam dua hari terakhir.
Kualitas udara Kota Pekanbaru pada Senin (31/8/2026) berada dalam kategori sedang. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan kondisi tersebut turut dipengaruhi hujan yang mengguyur kota pada akhir pekan.
“Kita kemarin di status tanggap darurat, tapi kita sudah turun menjadi siaga darurat,” ujar Agung di sela kegiatan, Senin (31/8/2026).
Agung bersyukur hujan yang turun dalam dua hari terakhir membantu proses pemadaman kebakaran lahan. Ia juga memastikan saat ini tidak terdapat lagi titik api di wilayah Kota Pekanbaru.
“Untuk saat ini di Kota Pekanbaru sudah zero titik api, asap sudah mereda dan jarak pandang berangsur normal,” ulasnya.
Agung menyampaikan apresiasi kepada personel gabungan yang telah terlibat dalam penanganan kebakaran lahan. Ia berharap seluruh personel tetap diberikan keselamatan dan kelancaran selama menjalankan tugas.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru Martin Manoluk mengatakan hujan selama dua hari terakhir membantu proses pemadaman dan membuat kondisi kebakaran lahan berangsur terkendali.
“Hujan selama dua hari ini membantu upaya pemadaman lahan terbakar,” ujarnya.
Martin menyebutkan, pada pekan sebelumnya terjadi empat kebakaran lahan di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru. Lokasinya antara lain di Jalan Rawa Bening, Kecamatan Tuah Madani; sekitar SMAN 17 Pekanbaru, Kecamatan Payung Sekaki; Jalan Sidorukun Ujung, Kecamatan Payung Sekaki; serta Jalan Rawa Indah, Kecamatan Payung Sekaki.
Secara keseluruhan, luas lahan yang terbakar di Kota Pekanbaru sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 93,8 hektare.[rr/pgi]